Warga menyiapkan rangka atap dari bambu untuk bangunan rumah adat pascakebaran di Kampung adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi).
Pembangunan kembali rumah warga Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pascakebakaran masih berlangsung. Pemerintah Provinsi NTB menargetkan seluruh pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi bisa dituntaskan pada akhir Desember 2026.
Pemprov NTB menyebut sudah ada sekitar 45 rumah adat yang mulai dibangun secara bertahap melalui gotong royong masyarakat.
Pemulihan Sade bukan semata-mata membangun kembali bangunan yang terbakar,”
kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB Lalu Mohamad Faozal, dikutip dari laman resmi Pemprov NTB, Kamis, 22 Oktober 2026.
Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026, mengakibatkan 167 bangunan terdampak. Berdasarkan pendataan sementara Kementerian Kebudayaan, jumlah itu terdiri atas 75 rumah adat, 69 artshop, 8 lumbung alang, serta masjid dan bangunan adat lainnya.
Iklan
Faozal menyampaikan pemulihan tak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Namun, juga pemulihan ekonomi masyarakat dan pelestarian budaya.
Kita ingin kehidupan masyarakat kembali pulih, aktivitas ekonomi bergerak, dan warisan budaya tetap terjaga,”
lanjut Faozal.
Di tengah proses rekonstruksi, bantuan dari sejumlah pihak turut mendukung pemulihan Desa Adat Sade. Berdasarkan unggahan akun Instagram @lombokparadisereels, PT Sapo Development Indonesia telah menyalurkan bantuan Rp2 miliar untuk pembangunan rumah warga dan penyediaan fasilitas dasar.
Kondisi Desa Adat Sade di Lombok NTB. (Sumber: Kemenpar)
Tokoh Dusun Adat Sade Thalib alias Amaq Aris menjelaskan bantuan tersebut dibagi menjadi dua alokasi. Masing-masing Rp1 miliar digunakan untuk pengadaan material bangunan dan pembayaran upah tukang.
Selain itu, mendukung penyediaan jaringan listrik dan air bersih melalui rekening Satgas Pemulihan dan Penataan Desa Adat Sade.
Selain Sapo, Raffi Ahmad memberikan bantuan Rp1 miliar untuk pembangunan rumah warga. Sementara, PT Amerta Indah Otsuka menyalurkan Rp500 juta melalui satgas pemulihan.
Kementerian Pariwisata juga sudah menyalurkan bantuan senilai Rp817,5 juta untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat. Bantuan tersebut mencakup 15 alat tenun gedogan, modal kerja bagi 69 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), 70 paket bahan baku tenun, serta 43 paket peralatan kerajinan nontenun.
Selain rumah warga, pembangunan fasilitas bersama seperti masjid dan museum juga masih berlangsung. Pemprov NTB turut menekankan pentingnya penyediaan air bersih, sanitasi, dan sistem pencegahan kebakaran dalam proses rekonstruksi.
Pemprov NTB menyatakan percepatan pemulihan dilakukan bersama pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, masyarakat adat, dunia usaha, dan berbagai mitra.
Pun, seluruh proses diharapkan dapat mengembalikan aktivitas masyarakat sekaligus mempertahankan karakter arsitektur dan identitas budaya Desa Adat Sade.