Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Warga Protes Karhutla, Amnesty Soroti Kekerasan Aparat hingga Dugaan Pembungkaman Digital

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid, mengatakan bahwa gelombang unjuk rasa di berbagai wilayah seperti Banda Aceh, Jambi, Jakarta, Makassar, Pontianak, Samarinda, hingga Jayapura

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. (Sumber: owrite)
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. (Sumber: owrite)

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid, mengatakan bahwa gelombang unjuk rasa di berbagai wilayah seperti Banda Aceh, Jambi, Jakarta, Makassar, Pontianak, Samarinda, hingga Jayapura merupakan wujud nyata krisis Hak Asasi Manusia (HAM) akibat karhutla.

Namun, alih-alih mendengarkan aspirasi warga, negara justru abai dan represif.

“Alih-alih mendengarkan aspirasi mereka, negara justru kembali mempertontonkan wajah represifnya. Gelombang demonstrasi dalam sepekan terakhir di berbagai penjuru daerah, mulai dari Banda Aceh, Jambi, Jakarta, Makassar, Pontianak, Samarinda, hingga Jayapura, merupakan wujud nyata dari krisis Hak Asasi Manusia (HAM) akibat karhutla,”

kata Usman dalam keterangan tertulis, pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Amnesty mencatat sejumlah bentuk kekerasan aparat di lapangan, mulai dari pemukulan menggunakan pentungan di Gorontalo, penembakan gas air mata di Jambi dan Pontianak, hingga penyemprotan meriam air serta penurunan paksa spanduk Greenpeace Indonesia di Jakarta.

Iklan

Dugaan Pembatasan Akses

Menurut Usman, pembungkaman tersebut tidak hanya terjadi di jalanan, melainkan merambah ke ranah digital lewat dugaan pembatasan akses (shadowban) terhadap konten kritik, serta kriminalisasi hukum terhadap kreator dokumenter.

Di sisi lain, krisis ekologis itu telah memicu darurat kesehatan yang masif dengan catatan 333.470 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) secara kumulatif dan jatuhnya korban jiwa di berbagai wilayah terdampak.

Massa aksi juga sempat mendesak agar pemerintah tidak lagi menutup mata terhadap keselamatan warga serta segera mengambil langkah taktis yang menyeluruh.

“Negara harus segera menghentikan segala bentuk kekerasan aparat, membuka ruang dialog, dan mengalihkan fokusnya pada penuntasan akar krisis karhutla. Kami ingatkan bahwa negara sejatinya hadir untuk melindungi jiwa dan kesehatan rakyat dan memenuhi hak atas lingkungan yang bersih, bukan untuk memerangi mereka yang sedang menuntut hak untuk bernapas,”

tegas Usman.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.