Informasi yang tersedia juga harus ditindaklanjuti agar peringatan dini tidak berhenti pada penyampaian data.
Pemantauan Titik Panas
Natasya mendorong pemerintah mengoptimalkan sistem pemantauan titik panas melalui SiPongi serta memperkuat koordinasi untuk mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Selain pemantauan, transparansi informasi menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan. Masyarakat membutuhkan informasi yang dapat diakses mengenai perkembangan kebakaran, kualitas udara, distribusi alat pelindung diri, dan risiko kesehatan agar dapat mengambil langkah antisipasi.
“Informasi mengenai perkembangan kebakaran, kualitas udara, jalur distribusi alat proteksi diri, dan risiko kesehatan juga harus disampaikan secara transparan agar masyarakat dapat melindungi diri dan keluarganya,”
jelasnya.
sistem peringatan dini
Natasya juga menekankan bahwa sistem peringatan dini perlu terhubung dengan tindakan nyata di lapangan.
Pemerintah juga harus memastikan kesiapan personel, peralatan, dan koordinasi antarpihak agar potensi kebakaran dapat ditangani sebelum dampaknya semakin meluas.
“Ke depannya, pemerintah perlu memastikan peringatan dini ditindaklanjuti, anggaran dikelola secara akuntabel, dan bantuan sampai kepada warga yang membutuhkan,”
ucapnya.
Ia menegaskan, perlindungan masyarakat harus menjadi tolok ukur dalam setiap tahapan penanganan karhutla, termasuk sebelum kebakaran menimbulkan dampak luas terhadap kesehatan dan kehidupan warga.
“Selama asap masih mengancam kehidupan masyarakat, perlindungan korban karhutla tidak boleh berhenti pada pernyataan, namun harus dirasakan langsung oleh mereka yang terdampak,”
tutup Natasya.