Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Penyebab Helikopter TNI Jatuh di Kalteng Masih Misteri, Tim Investigasi Kejar Petunjuk Black Box

Black box yang berisi FDR dan CVR diharapkan bisa berikan data penting terkait kondisi penerbangan dan komunikasi di dalam kokpit helikopter.

TNI AD belum bisa pastikan penyebab kecelakaan helikopter yang jatuh saat menjalankan misi penanganan karhutla di Kalimantan Tengah (Kalteng).
TNI AD belum bisa pastikan penyebab kecelakaan helikopter yang jatuh saat menjalankan misi penanganan karhutla di Kalimantan Tengah (Kalteng). Foto: Puspen TNI.

TNI Angkatan Darat (AD) belum dapat memastikan penyebab kecelakaan helikopter yang jatuh saat menjalankan misi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng). Tim investigasi masih mendalami kronologi dan faktor penyebab insiden tersebut.

Kadispenad Brigjen Donny Pramono mengatakan tim investigasi tengah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengambilan kotak hitam atau black box helikopter. Dengan black box bisa memberikan dara penting terkait kondisi penerbangan.

“Tim juga tengah mengupayakan pengambilan black box, yakni Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR), yang diharapkan dapat memberikan data penting terkait kondisi penerbangan dan komunikasi di dalam kokpit sebelum terjadinya kecelakaan,”

kata Donny dalam keterangannya, Sabtu, 7 November 2026.

Menurut Donny, data dari kedua perangkat tersebut diharapkan dapat membantu tim investigasi merekonstruksi kondisi penerbangan sebelum helikopter mengalami kecelakaan.

Iklan

Meski demikian, TNI AD belum bisa menyampaikan kesimpulan mengenai faktor penyebab insiden tersebut. Proses investigasi masih berlangsung dan seluruh temuan di lapangan akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab kecelakaan.

Donny pun meminta semua pihak memberikan waktu kepada tim investigasi untuk bekerja secara profesional dan objektif, serta tidak berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.

“Kami meminta semua pihak untuk bersabar dan memberikan ruang kepada tim investigasi agar dapat bekerja secara profesional, objektif dan berdasarkan fakta serta bukti yang ditemukan di lapangan,”

imbuhnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.