Pengamat sepak bola nasional Supriyono menilai racikan Patrick Kluivert di Timnas Indonesia tidak menunjukkan hasil yang memuaskan hingga laga terakhir fase kualifikasi Piala Dunia 2026.
Menurutnya, permainan Garuda di bawah asuhan Kluivert tidak berkembang dan gagal memberikan harapan kepada publik pecinta sepak bola tanah air.
Kekalahan 0-1 dari Irak di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (12/10) dini hari WIB, menjadi pukulan telak sekaligus memastikan Indonesia gagal melangkah ke Piala Dunia 2026. Hasil itu juga menempatkan posisi Kluivert dalam ancaman pemecatan.
Lebih lanjut, Supriyono menegaskan bahwa PSSI harus segera melakukan evaluasi besar-besaran terhadap performa tim dan pelatih asal Belanda tersebut.
Apakah Kluivert harus diganti atau tidak, semua tergantung federasi. Tapi akan lebih bijak karena menyangkut trust dari masyarakat gak ada salahnya untuk Kluivert mengundurkan diri,” kata Supriyono kepada Owrite.id.
Ia menambahkan, alasan pergantian pelatih dari Shin Tae-yong (STY) ke Kluivert seharusnya adalah untuk memperbaiki performa tim. Namun nyatanya, hasil yang ditunjukkan justru jauh dari ekspektasi.
Evaluasi harus dilakukan secara mendalam dan harus diminta pertanggung jawabannya. Karena dalam keadaan ini Kluivert datang menggantikan Shin Tae-yong dimana dia harus memperbaiki semuanya,” tegasnya.
Skuad Lengkap, Gaya Bermain Tak Terbentuk
Supriyono menyoroti bahwa Kluivert sebenarnya sudah memiliki komposisi pemain yang sangat ideal, dengan banyak talenta dari Eropa dan Asia yang siap tampil maksimal.
Namun, dari delapan pertandingan yang dijalani, tidak terlihat identitas permainan yang jelas dari tangan pelatih berusia 49 tahun itu.
Bahan pemainnya sudah bagus, puzzle-nya sudah komplet di semua posisi. Tapi racikannya tidak jelas, jadi ini yang harus ditanyakan sebenarnya, terlepas dari beberapa pemain yang underperform ya,” ujar Supriyono menyindir.
Menurutnya, seorang pelatih yang menargetkan Piala Dunia harus punya pengalaman besar di level internasional, sedangkan Kluivert baru memiliki rekam jejak bersama tim nasional Curacao.
Evaluasi dan Buka Lembaran Baru
Supriyono menyebut, tidak ada yang salah jika PSSI akhirnya memutuskan untuk mengganti Kluivert. Dengan sejumlah agenda besar seperti Piala AFF 2026 dan Piala Asia 2027 masih cukup jauh, kini adalah waktu yang tepat untuk membangun ulang Timnas Indonesia.
Kita tunggu dulu hasil evaluasi dan pertanggungjawaban dari PSSI. Setelah itu, tinggal buka lembaran baru mau siapapun pelatihnya nanti,” pungkas mantan pemain Timnas Indonesia itu.
