Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir mengumumkan rencana besar untuk meluncurkan Liga Desa tingkat nasional, yang akan mencakup dua cabang kompetisi sepak bola dan e-sports.
Rencana ambisius ini digagas hasil kerja sama antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
Salah satu yang sedang kami dorong adalah Liga Desa, baik untuk sepak bola maupun e-sports. Program ini akan dijalankan mulai tahun 2026 hingga 2029,” ujar Erick Thohir usai bertemu dengan Menteri Desa Yandri Susanto di kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (21/10).
Akan Bergulir Hingga Level Nasional
Erick menegaskan, Liga Desa tidak hanya akan berjalan di tingkat provinsi, tetapi juga akan diperluas hingga level nasional.
Ia menyebut, Kemenpora tengah mempersiapkan rancangan anggaran dan administrasi pendukung agar program ini bisa terlaksana dengan baik.
Kami menyambut baik kolaborasi ini. Saat ini kami sedang merapikan administrasi dan anggaran agar program Liga Desa bisa berjalan sesuai kemampuan yang ada,” tambah Erick.
Hidupkan Ekonomi dan Warga Lokal
Sementara itu, Menteri Desa Yandri Susanto menyampaikan bahwa Liga Desa akan menjadi bagian dari perayaan Hari Desa Nasional, sekaligus sarana untuk menghidupkan ekonomi lokal.
Banyak Dana Desa digunakan untuk membangun lapangan sepak bola. Jadi kami ingin menggerakkan ekonomi desa lewat Liga Desa. Nantinya masyarakat bisa jual makanan, jajanan, souvenir, dan lainnya,” jelas Yandri.
Lebih lanjut, Yandri menuturkan bahwa pada perayaan Hari Desa 15 Januari 2026 di Boyolali, diperkirakan lebih dari 50 ribu orang akan hadir.
Ia berharap momen ini bisa menjadi awal dari kebangkitan kegiatan olahraga dan ekonomi di tingkat desa.
Kami akan kawal perkembangannya selama empat tahun ke depan agar benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat desa,” pungkasnya.
