Meski Lille harus menelan kekalahan dramatis dari PAOK dengan skor 3-4 di laga ketiga Liga Europa 2025, performa Calvin Verdonk tetap mencuri perhatian.
Bek keturunan Indonesia itu tampil sebagai starter dan menjadi salah satu pemain terbaik di lini belakang tim asal Prancis tersebut.
Pertandingan yang digelar di Stade Pierre Mauroy, Jumat (24/10) dini hari WIB, berlangsung sengit sejak awal. Lille sempat terpuruk 0-3 di babak pertama setelah gawang mereka dijebol oleh Soualiho Meite, Andrija Zivkovic, dan Giannis Konstantelias.
Calvin Verdonk Jadi Motor Kebangkitan Lille
Memasuki babak kedua, Lille akhirnya bangkit dan semuanya dimulai dari kaki Calvin Verdonk. Pada menit ke-57, tendangan sudut Verdonk disambut sundulan Benjamin Andre, menghasilkan gol pertama bagi Lille.
Tak berhenti di situ, pada menit ke-68, lagi-lagi sepak pojok Verdonk berbuah manis. Kali ini Hamza Igamane berhasil menanduk bola masuk ke gawang PAOK, memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3.
Sayangnya, meski tampil agresif, Lille kembali kebobolan lewat gol kedua Zivkovic. Igamane sempat menambah gol keduanya di menit ke-78, membuat skor menjadi 3-4, namun upaya Lille menyamakan kedudukan di penghujung laga gagal setelah VAR menganulir gol Benjamin Andre karena offside.
Statistik Calvin Verdonk
Berdasarkan data dari situs statistik Fotmob, Verdonk mendapat rating 6,9, tertinggi di antara seluruh pemain bertahan Lille. Nilai ini jauh di atas Aissa Mandi (5,5), Nathan Ngoy (5,2), dan Tiago Santos (5,7) yang juga menjadi starter.
Selama 90 menit penuh, Verdonk mencatatkan 1 Assist, 2 Chances Created, 2 Tekel, 5 Clearance, 1 Intersep, dan 92% Akurasi Umpan.
Performa solid itu menunjukkan kualitas teknik dan konsistensi Verdonk, meski timnya harus kalah secara menyakitkan.
Bruno Genesio Akui Kesalahan Pemilihan Pemain
Pelatih Lille, Bruno Genesio, mengaku bertanggung jawab atas kekalahan ini. Dalam laga melawan PAOK, Genesio memang menurunkan beberapa pemain pelapis termasuk Verdonk yang menggantikan bek kiri utama Romain Perraud.
Ini kekecewaan besar. Saya menyalahkan diri sendiri. Pilihan saya tidak tepat malam ini. Kita akan meluangkan waktu untuk menganalisis segala sesuatunya dengan lebih tenang,” ujar Genesio melalui laman resmi klub.
Namun, keputusan memainkan Verdonk justru menjadi salah satu keputusan terbaik Genesio malam itu, karena bek asal Belanda berdarah Indonesia tersebut tampil sangat disiplin dan memberikan kontribusi langsung dalam dua gol Lille.
