Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, meminta publik sepak bola Indonesia, khususnya para pendukung Timnas Garuda, untuk move on dari dua mantan pelatih, Patrick Kluivert dan Shin Tae-yong.
Menurut Erick, sudah saatnya semua pihak melihat ke depan dan mendukung langkah PSSI dalam mencari pelatih baru yang bisa membawa Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Kalau saya pikir, kita mesti move on. Kalau kita move on dari Patrick, ya kita juga harus move on dari Shin Tae-yong,” ujar Erick Thohir di Jakarta, Kamis (23/10).
PSSI Belum Tentukan Pelatih Baru
Setelah secara resmi mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert pada 16 Oktober lalu, PSSI kini tengah dalam proses menyeleksi calon pelatih baru untuk menangani Timnas Indonesia di berbagai level senior, U-23, hingga U-20.
Erick menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada nama yang ditetapkan, meski sejumlah pelatih sudah dikaitkan dengan posisi tersebut.
Siapa pelatihnya? Belum tahu. Besok baru kami rapat dengan direktur teknik dan Badan Tim Nasional (BTN). Yang menyaring bukan Exco (Komite Eksekutif), tapi BTN dan Direktur Teknik. Setelah itu baru kami putuskan bersama,” tambahnya.
Erick Minta Fokus ke Masa Depan
Salah satu nama yang paling sering disebut oleh netizen adalah Shin Tae-yong, mantan pelatih asal Korea Selatan yang pernah membawa Timnas Indonesia ke Piala Asia.
STY bahkan sempat menyatakan kesiapannya kembali melatih Tim Garuda. Namun, Erick menilai penting bagi semua pihak untuk tidak lagi terjebak dalam masa lalu.
Shin dan Patrick sama-sama punya kelebihan dan kekurangan. Sekarang tugas kami mencari pelatih baru yang bisa memperbaiki apa yang kurang dari dua pelatih sebelumnya,” kata Erick.
Ia menegaskan bahwa proses pencarian ini bukan sekadar soal nama besar, tetapi tentang profil pelatih yang tepat bagi karakter pemain Indonesia.
Kami sedang mencari profil pelatih yang sesuai, melihat dari kekurangan dan kelebihan sebelumnya. Tujuannya agar pelatih berikutnya bisa membawa perbaikan signifikan,” ujarnya.
Erick Thohir juga menegaskan bahwa pelatih baru nantinya harus mampu melanjutkan fondasi transformasi sepak bola nasional yang sudah dibangun dalam beberapa tahun terakhir. PSSI ingin pelatih baru memiliki visi jangka panjang, tidak hanya fokus pada hasil instan.
Kami ingin pelatih yang tidak hanya berpikir soal menang, tapi juga pengembangan pemain dan pembinaan usia muda,” ungkapnya.

