Pengamat Sepakbola Nasional Kesit Budi Handoyo, menilai Indonesia belum siap untuk masuk Piala Dunia.
Pasalnya ia melihat pemain-pemain di Indonesia masih belum solid, karena harus mendatangkan pemain naturalisasi dengan proses yang cukup panjang.
Melihat dari persiapan perjalanan tim Indonesia di kualifikasi Piala Dunia, menurutnya terlalu terburu-buru dan terlalu dini jika kemudian bisa lolos di tahun 2020 walaupun Indonesia dihuni oleh mayoritas pemain-pemain Diaspora.
Tapi jangan lupa bahwa pemain-pemain itu kumpul baru, misalnya ketika akan menghadapi round keempat, kita waktu itu butuh pemain depan, datanglah namanya Ole Romeny,”
ujar Kesit saat ditemui di kantor owrite.id, Rabu (19/11/2025).
Sementara itu, lanjut Kesit, Indonesia harus menghadapi tim-tim yang selama ini sudah langganan di Piala Dunia. Tapi Indonesia masih mencari pemain-pemain dari luar dengan persiapan yang panjang.
Untuk negara-negara yang kompetisinya sudah berjalan bagus, sambung Kesit, pemain-pemainnya sudah teruji di kompetisi.
Walaupun Indonesia dihuni oleh pemain-pemain Eropa. Tapi kedatangan mereka itu kan tidak seperti misalnya Itali, butuh pemain depan, oh dia banyak stoknya,”
ucap Kesit.
Beda halnya dengan Indonesia yang harus menunggu terlebih dulu. Sebagai contoh saat akan mendatangkan Ole Romeny, membutuhkan waktu yang cukup panjang. Harus melalui proses naturalisasi dan dilaporkan ke FIFA.
Nah ini yang kemudian membuat kenapa Indonesia belum bisa dikatakan solid timnya. Karena itu tadi, kedatangan pemain-pemain Diaspora ini tidak seperti negara-negara Eropa lainnya lah,”
bebernya.
Kesit mengakui, persoalan seperti itu yang membuat dirinya tidak kaget ketika Indonesia tidak lolos ke Piala Dunia.
Kita sudah sampai round 4 aja udah bagus,”
tegasnya.
Lebih lanjut Kesit mengatakan, Indonesia layak masuk Piala Dunia itu tahun 2034. Menurutnya, butuh waktu 8 tahun untuk memperkuat tim.
2030 bukannya enggak mungkin, bisa, tapi menurut saya juga masih terlalu pendek juga gitu. Tapi kalau 2034 bisa lolos atau ditargetkan lolos itu masih boleh lah. Kalau 2030 misalnya kita ternyata lolos ya anggap aja bonus,”
pungkasnya.


