Pengamat Sepak Bola sekaligus koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali menyoroti dana sekitar Rp277 miliar yang disebut-sebut digelontorkan pemerintah dalam rangka mendukung upaya PSSI meloloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia.
Menurutnya, penggunaan dana negara dalam jumlah besar itu harus disertai mekanisme pertanggungjawaban yang jelas, terutama ketika target yang diharapkan tidak tercapai.
Ya, kalau memang itu dana negara, pastinya akan ada audit di sana. Dan harus dipertanggungjawabkan Rp277 miliar,”
kata Akmal saat ditemui di Kantor owrite.id, belum lama ini.
Lebih jauh Akmal menjelaskan, dana tersebut tidak semata-mata digunakan untuk program lolos Piala Dunia, tetapi juga meliputi pembinaan pemain muda Indonesia.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penggunaan uang negara harus tetap transparan dan siap diaudit oleh pihak berwenang.
Tapi memang menurut saya, kalau uang negara harus kemudian dipertanggung jawabkan dan di audit. Kalau kemudian ada korupsi, harus ditangani KPK. KPK harus masuk ke dalam menurut saya,”
ujar Akmal.
Baginya, langkah itu penting untuk menjaga integritas pengelolaan olahraga nasional, terutama sepak bola yang memiliki sejarah panjang terkait intervensi politik.
Karena ini buat menjaga, kalau jangan sampai kemudian ada korupsi. Kenapa saya katakan seperti itu? Dulu, sepak bola kita itu identik dengan politik. Mulai 2003 sampai 2010 sepak bola kita digunakan sebagai kendaraan politik,”
Akmal.

