Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 5 Feb 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • Cari Tahu
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Banjir
  • sumatera
  • longsor
  • Bola
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Sepak Bola Berakhir Pahit di SEA Games, Di Mana PSSI Saat Timnas Gagal?
Olahraga

Sepak Bola Berakhir Pahit di SEA Games, Di Mana PSSI Saat Timnas Gagal?

hadi-febriansyah-owriteAmin Suciady
Last updated: Desember 15, 2025 6:02 pm
Hadi Febriansyah
Amin Suciady
Share
Pesepak bola Timnas Indonesia U-22 Rahmat Arjuna Reski (atas) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Filipina Andres Rafael Aldeguer (bawah) pada pertandingan babak penyisihan Grup C Sepak Bola SEA Games 2025 di The 700th Anniversary of Chiang Mai Stadium, Chiang Mai, Thailand
Pesepak bola Timnas Indonesia U-22 Rahmat Arjuna Reski (atas) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Filipina Andres Rafael Aldeguer (bawah) pada pertandingan babak penyisihan Grup C Sepak Bola SEA Games 2025 di The 700th Anniversary of Chiang Mai Stadium, Chiang Mai, Thailand, Senin (8/12/2025). Timnas Indonesia U-22 kalah dengan skor 0-1. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym)
SHARE

Timnas Indonesia U-22 gagal melaju ke babak empat besar SEA Games setelah kalah produktivitas gol dari Malaysia U-22 dalam perebutan tiket runner-up terbaik.

Daftar isi Konten
  • PSSI Harus Perkuat Grassroot
  • Ke Mana PSSI Saat Timnas Gagal?

Kedua tim sama-sama mengakhiri fase grup dengan raihan tiga poin dan selisih gol +1. Namun, Malaysia unggul dalam jumlah gol yang dicetak, yakni empat gol, sementara Indonesia hanya mampu mencetak tiga gol.

Perjalanan Garuda Muda di fase grup dimulai dengan hasil kurang maksimal. Pada laga pembuka, Timnas Indonesia U-22 harus mengakui keunggulan Filipina U-22 dengan skor tipis 0-1.

Kebangkitan sempat terlihat pada laga kedua, saat Indonesia menundukkan Myanmar U-22 dengan skor 3-1. Pertandingan tersebut berlangsung di 700th Anniversary Stadium, Chiang Mai, pada Jumat malam, 12 Desember 2025.

Sayangnya, kemenangan atas Myanmar tidak cukup menyelamatkan langkah Indonesia. Hasil pertandingan lain membuat Malaysia berhak mengamankan tiket semifinal melalui jalur runner-up terbaik.

Situasi ini membuat kemenangan Garuda Muda terasa pahit, karena nasib tim ditentukan oleh detail kecil berupa produktivitas gol. Ini menjadi sebuah kemunduran besar bagi sepak bola Indonesia. Pasalnya, pada edisi SEA Games sebelumnya, Timnas Indonesia U-22 sukses meraih medali emas.

Lantas, siapa yang harus bertanggung jawab atas kegagalan di SEA Games kali ini? Apakah pemain, pelatih, atau justru federasi yang terkesan saling lempar tanggung jawab?

Banyak pihak menilai penunjukan Indra Sjafri sebagai pelatih kepala kurang ideal. Pasalnya, gaya bermain yang diterapkan dinilai minim variasi dan mudah terbaca oleh lawan.

Jika alasan ketidaksiapan pemain dikemukakan, hal itu dinilai kurang tepat. Sebab, skuad Garuda Muda telah menjalani pemusatan latihan selama dua bulan di Jakarta.

Bahkan, Timnas Indonesia U-22 menjalani empat laga uji coba internasional melawan dua negara, yakni India U-22 dan Mali U-22.

Hasilnya, Indonesia tidak meraih satu pun kemenangan. Saat melawan India U-22, Dony Tri Pamungkas dan kolega menelan satu kekalahan dan satu hasil imbang.

Ketika menghadapi Mali U-23, Ivar Jenner dan kawan-kawan kalah telak 0-3 pada laga pertama, lalu bermain imbang 2-2 pada pertandingan kedua.

Legenda sekaligus mantan penyerang Timnas Indonesia, Indriyanto Nugroho, menilai pola permainan yang diterapkan Indra Sjafri sudah terbaca lawan, terutama saat menggunakan formasi yang sama secara berulang.

Kalau saya melihat pertandingan kemarin, laga pertama dan kedua masih menggunakan formasi lama. Formasi itu sudah sangat dikenal. Filipina tentu sudah mempelajarinya. Apalagi kita dua kali melawan Mali dengan formasi yang sama, termasuk yang dipakai di SEA Games kemarin. Jadi wajar kalau Filipina sudah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi permainan kita,”

ujar Indriyanto kepada owrite.id, Senin, 15 Desember 2025.

Filipina kemarin bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik. Sementara pemain-pemain kita terlihat kurang sabar dan gagal memaksimalkan peluang, padahal peluang cukup banyak,”

tambahnya.

Terkait tanggung jawab kegagalan, Indriyanto menegaskan pelatih harus menjadi pihak utama yang bertanggung jawab. Namun, federasi juga tidak bisa lepas tangan.

“Tentu pelatih kepala memiliki tanggung jawab utama, tetapi federasi juga punya peran. Semua pihak memiliki plus dan minus masing-masing,” ujarnya.

Secara permainan, Indriyanto menilai bukan seperti permainan Indonesia seperti sebelumnya. Pemain U-22, sambungnya, rata-rata juga jarang mendapat menit bermain di klubnya dan itu sangat berpengaruh.

Ditegaskan Indriyanto, jam terbang atau menit bermain pemain muda sangat penting, apalagi untuk pertandingan internasional.

Senada dengan itu, mantan pemain Timnas Indonesia lainnya, Supriyono Prima, menilai Timnas Indonesia U-22 tidak bermain secara cerdas. Di era sepak bola sekarang, tambahnya, bermain bagus saja tidak cukup. Pemain juga harus cerdas pada saat pengambilan keputusan di lapangan.

Sepak bola modern menuntut transisi cepat. Begitu kehilangan bola, langsung pressing. Sekarang sudah masuk era high pressure. Attacking wing play harus jelas, begitu juga game model dan style of play. Setiap tim harus punya identitas, dan sebelas pemain yang diturunkan harus tepat sesuai lawan,”

ujar Supriyono, kepada owrite.

PSSI Harus Perkuat Grassroot

Indriyanto dan Supriyono sepakat, hasil ini harus menjadi alarm bagi PSSI untuk segera berbenah, terutama dalam penguatan pembinaan usia dini.

Yang terpenting, kita harus tetap berbenah. Sepak bola Indonesia harus diperbaiki dengan tujuan jangka panjang, termasuk menuju Piala Dunia. Jangan sampai anak-anak di level usia dini yang menjadi korban,”

kata Indriyanto.

Ditegaskannya, pembinaan grassroot (usia dini) harus dibenahi. Indrianto pun setuju dengan pernyataan Coach Nova di beberapa media, yang menyatakan jika ingin sepak bola Indonesia lebih baik, maka pembinaan usia dini harus dikembangkan.

Liga TopSkor, Liga Sentra, dan semua pembinaan usia muda harus terus didukung. Federasi mungkin sedang fokus ke tim senior, tapi akar rumput sebagai pondasi harus diperkuat. Kalau pondasinya kuat, pengambilan keputusan tidak akan bermasalah, dan skema fast attack bisa berjalan sesuai keinginan pelatih,”

tegas Supriyono.

Ke Mana PSSI Saat Timnas Gagal?

Publik pun mempertanyakan keberadaan PSSI saat Timnas Indonesia U-22 gagal. Berbeda dengan dua tahun lalu, ketika Garuda Muda meraih emas dan PSSI tampil sebagai pahlawan di balik kesuksesan tim.

Kini, beberapa pengurus justru terkesan menghilang. Salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, bahkan mengunggah pernyataan yang menuai kritik pecinta sepak bola tanah air.

Mohon maaf, urusan Timnas sepak bola putra untuk SEA Games saya tidak mengerti (silakan tanya yang mengerti),”

tulis Arya Sinulingga melalui akun Instagram pribadinya.

Hingga kini, Ketua Umum PSSI Erick Thohir juga belum menyampaikan pernyataan resmi. Terlepas dari jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir dituntut segera mengambil langkah tegas untuk membenahi carut-marut Timnas Indonesia.

Tag:Arya SinulinggaErick ThohirHeadlineindonesiaPSSISEA GamesSepak BolaTimnas
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Ikuti
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Ikuti
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
@owritedotid

BERITA TERKINI

Indeks berita
Koalisi masyarakat sipil melaporkan entitias Israel atas kejahatannya ke Kejagung. (Sumber: Owrite/Rahmat Baihaqi)
Nasional

Koalisi Masyarakat Sipil Laporkan Israel ke Kejagung Soal Genosida dan Rusak RS Indonesia 

Koalisi masyarakat sipil melaporkan otoritas Israel ke Kejaksaan Agung (Kejagung) atas kejahatan genosida yang menimpa warga dan Rumah Sakit Indonesia di Palestina. Koalisi sipil mendesak agar Kejagung bisa mengimplementasikan KUHP…

By
Rahmat
Dusep
4 Min Read
Kemacetan di Bundaran HI, Jakarta Pusat. (Sumber: Unsplash/Adrian Pranata )
Ekonomi Bisnis

Ekonomi RI 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Tetap Jadi Penopang Utama

Ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 tumbuh 5,39 persen secara tahunan atau year on year (yoy), dan sepanjang 2025 tumbuh 5,11 persen yoy. Sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi pada 2025 ini disumbang…

By
Anisa Aulia
Dusep
3 Min Read
Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan Tahun 2026 sebesar Rp769,1 triliun dengan program prioritas antara lain yakni kesejahteraan guru, program Indonesia pintar, hingga digitalisasi pembelajaran. ANTARA FOTO/Auliya Rahman/wsj.
Nasional

Duka di Bangku Sekolah Dasar NTT, Kemendikdasmen Akui Dukungan Uang Tak Menjamin Semua

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya salah satu murid Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh…

By
Iren Natania
Dusep
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Mauro Ziljstra resmi berseragam Persija Jakarta
Olahraga

Eksodus Pemain Naturalisasi ke Liga Indonesia, Tak Laku di Eropa atau Strategi Besar Ketum PSSI?

Fenomena pemain naturalisasi dan pemain abroad Timnas Indonesia yang memilih berkarier di…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
3 jam lalu
Cristiano Ronaldo
Olahraga

Cristiano Ronaldo Ngambek Mogok Main! Ini Deretan Momen Kontroversial CR7

Cristiano Ronaldo dikenal sebagai salah satu pesepak bola terhebat sepanjang sejarah. Namun,…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
1 hari lalu
Olahraga

Rumor Zijlstra Merapat ke Persija Menguat, Souza: Belum Ada Kesepakatan

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, akhirnya memberikan klarifikasi terkait rumor kedatangan penyerang…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 hari lalu
Nurul Akmal saat dilantik jadi PPPK Paruh Waktu (Foto: Instagram Nurul Akmal)
Olahraga

Curhat Nurul Akmal: 2 Kali Olimpiade, Medali Internasional, Tapi Hanya PPPK Paruh Waktu

Atlet angkat besi asal Aceh, Nurul Akmal, menyampaikan isi hatinya setelah resmi…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up