Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 22 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Di Balik Mundurnya Sumardji: Tanggung Jawab, Rangkap Jabatan, dan Krisis Kepemimpinan PSSI
Olahraga

Di Balik Mundurnya Sumardji: Tanggung Jawab, Rangkap Jabatan, dan Krisis Kepemimpinan PSSI

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: Desember 21, 2025 8:29 am
Hadi Febriansyah
Ivan
Share
Sumardji saat mendampingi Timnas Indonesia
Sumardji saat mendampingi Timnas Indonesia. (Foto: Instagram Sumardji)
SHARE

Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, mengambil keputusan penting dengan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai manajer Timnas Indonesia senior dan Timnas Indonesia U-22.

Daftar isi Konten
  • Rangkap Jabatan Jadi Faktor Utama
  • Ketua Umum PSSI Belum Beri Pernyataan
  • Fokus Pembenahan Program PSSI
  • PSSI Harus Perkuat Grassroot

Pengumuman tersebut disampaikan secara langsung dalam konferensi pers di Menara Mandiri, Jakarta, pada Selasa, 16 Desember 2025.

Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis agar Sumardji dapat lebih berkonsentrasi menjalankan tugasnya sebagai Ketua BTN, yang dinilainya memiliki tantangan besar ke depan.

Sumardji menjelaskan bahwa beban kerja BTN akan semakin berat dan membutuhkan perhatian serta dedikasi penuh.

Oleh karena itu, ia memilih menyerahkan posisi manajer tim kepada PSSI untuk ditentukan penggantinya.

Saya menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum PSSI untuk menentukan sosok manajer Timnas selanjutnya yang benar-benar siap, bertanggung jawab, dan memiliki komitmen terbaik,”

Sumardji.

Ia menegaskan fokus utamanya kini adalah memperkuat peran BTN dalam mendukung performa Timnas Indonesia di berbagai level.

Sumardji bukan sosok baru di lingkungan Timnas Indonesia. Ia dipercaya menjadi manajer Timnas sejak 2019, saat PSSI masih dipimpin Mochamad Iriawan.

Ketika Erick Thohir menjabat sebagai Ketua Umum PSSI pada 2023, Sumardji tetap dipertahankan di posisi tersebut.

Sebelumnya, Sumardji juga pernah menjabat sebagai manajer Timnas Indonesia U-19 pada 2019 serta Timnas U-23 yang sukses meraih medali emas SEA Games 2023 di Kamboja.

Penugasan terakhir Sumardji sebagai manajer tim adalah saat mendampingi Timnas Indonesia U-23 di ajang SEA Games 2025. Namun, hasil yang diraih kurang memuaskan karena skuad Garuda Muda tersingkir di fase grup.

Mundurnya Sumardji dari kursi manajer Timnas Indonesia pun memunculkan tanda tanya besar di kalangan publik sepak bola nasional.

Banyak yang menilai langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab atas kegagalan Timnas Indonesia di SEA Games 2025 dan ajang internasional lainnya.

Pengamat sepak bola Indonesia, Kesit Handoyo, menilai keputusan Sumardji merupakan langkah yang tepat.

Menurut saya, keputusan Pak Sumardji mundur dari jabatan manajer Timnas merupakan keputusan yang tepat. Tugasnya di timnas senior maupun kelompok umur pada dasarnya sudah selesai, menyusul kegagalan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan SEA Games 2025. Sebagai bentuk tanggung jawab, manajer timnas memang seharusnya berani mengambil keputusan mundur,”

Kesit kepada owrite.id.

Rangkap Jabatan Jadi Faktor Utama

Lebih lanjut, Kesit juga menyoroti persoalan rangkap jabatan di tubuh PSSI. Saat ini memang banyak yang memiliki rangkap jabatan di PSSI.

Bahkan yang paling jelas terlihat adalah Ketua Umum PSSI, Erick Thohir yang kini juga menjabat sebagai Meteri Pemuda dan Olahraga.

Sebelumnya hal ini juga pernah terjadi pada Zainudin Amali saat pemilihan pengurus PSSI. Tapi saat itu, Amali yang masih menjabat sebagai Menpora langsung mundur ketika terpilih menjadi wakil ketua umum PSSI.

Ke depan, Ketua BTN sebaiknya tidak merangkap sebagai manajer timnas. Walaupun tidak ada larangan, rangkap jabatan seperti ini berpotensi menimbulkan tumpang tindih tanggung jawab,”

Kesit.

Ketua BTN posisinya lebih tinggi karena bertugas menyusun program timnas. Jika Ketua BTN juga menjadi manajer timnas, saat terjadi kegagalan akan rancu: siapa mengevaluasi siapa, siapa menegur siapa. Ini tidak sehat dalam pengelolaan manajemen sepak bola,” tambah Kesit.

Kesit.

Ketua Umum PSSI Belum Beri Pernyataan

Namun, sebagian pihak juga menilai mundurnya Sumardji sebagai indikasi adanya dualisme kepemimpinan di PSSI.

Hingga kini, belum terlihat pernyataan tanggung jawab dari jajaran petinggi PSSI lainnya, baik Komite Eksekutif maupun Ketua Umum.

Dalam berbagai kesempatan, Sumardji kerap tampil di hadapan publik sebagai representasi BTN. Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir dinilai lebih sibuk dengan tugasnya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.

Absennya Erick Thohir dari ruang publik pasca kegagalan Timnas Indonesia dinilai ironis. Kesit menilai seharusnya Erick Thohir tampil langsung untuk menyampaikan permintaan maaf kepada suporter.

Belum munculnya Ketua Umum memang ironis. Ini dampak dari rangkap jabatan. Ketika ada persoalan krusial di PSSI, penanganannya menjadi tidak cepat,”

Kesit.

Ia menambahkan bahwa Erick Thohir terkesan lebih memprioritaskan perannya sebagai Menpora dibanding mengurus sepak bola nasional.

Rangkap jabatan membuat tidak fokus. Sepak bola seharusnya tetap menjadi perhatian utama. Rangkap jabatan itu tidak ideal karena mengganggu konsentrasi di kedua posisi,”

Kesit.

Namun, pengamat sepak bola lainnya, Akmal Marhali, memiliki pandangan berbeda. Ia menilai tidak ada dualisme, melainkan pembagian tugas.

Dalam organisasi besar, perbedaan pendapat itu wajar. Bisa jadi saat ini memang sudah ada pembagian tugas. Pak Zainudin Amali di PSSI, Pak Erick di Menpora,”

Akmal kepada owrite.id.

Fokus Pembenahan Program PSSI

Kegagalan Timnas Indonesia dinilai sebagai cerminan PSSI yang hingga kini belum memiliki program jangka panjang yang jelas. Road map PSSI juga belum terlihat secara konkret.

Selain itu, hingga akhir tahun, PSSI belum menunjuk pelatih baru Timnas Indonesia. Meski demikian, beberapa nama mulai mencuat, salah satunya Jord Herman, mantan pelatih Timnas Kanada.

Timnas yang kuat dibangun dari dua pondasi utama: pembinaan yang baik dan kompetisi yang sehat. Tidak ada yang abadi di sepak bola Indonesia, kecuali lambang Garuda di dada,”

Akmal.

Selama ini kita hanya melakukan pergantian pelatih, tapi belum pernah ada evaluasi komprehensif yang mengarah pada progres jangka panjang Timnas Indonesia,”

Akmal.

PSSI harus melakukan analisis SWOT terhadap kegagalan yang terjadi agar bisa menjadi pijakan bagi siapapun yang melanjutkan. Prestasi timnas adalah simbol kemajuan sepak bola Indonesia,”

Akmal.

PSSI Harus Perkuat Grassroot

Sebelumnya, dua legenda Timnas Indonesia, Indriyanto Nugroho dan Supriyono Prima, sepakat bahwa kegagalan Timnas Indonesia di SEA Games 2025 dan Kualifikasi Piala Dunia 2026 harus menjadi alarm keras bagi PSSI untuk segera berbenah, terutama dalam pembinaan usia dini.

Sepak bola Indonesia harus diperbaiki dengan tujuan jangka panjang. Jangan sampai anak-anak di level usia dini yang menjadi korban. PSSI seharusnya bisa kembali memperkuat akar rumput yang menjadi pondasi utama di Timnas Indonesia,”

Indriyanto.

Ia menegaskan pembinaan grassroot harus menjadi prioritas utama. Indriyanto juga sejalan dengan pernyataan Coach Nova yang menilai pengembangan usia dini adalah kunci kemajuan sepak bola nasional.

Semua pembinaan usia muda harus terus didukung. Federasi mungkin fokus ke tim senior, tetapi akar rumput sebagai pondasi harus diperkuat. Jika pondasinya kuat, pengambilan keputusan akan lebih tepat dan skema permainan bisa berjalan sesuai keinginan pelatih,”

Supriyono.

Tag:EditorialErick ThohirKrisis KepemimpinanPSSIRangkap JabatanSumardjiTimnas Indonesia
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Penumpang berjalan untuk menaiki pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur
Nasional

Kemenhub Sebut 10 Juta Pemudik Padati Angkutan Lebaran 2026

Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat pergerakan penumpang angkutan umum secara kumulatif, sejak H-8 (13 Maret 2026) hingga H-1 Lebaran (20 Maret 2026) tercatat mencapai 10.003.583…

By
Iren Natania
Ivan
3 Min Read
Juru Bicara (Jubir) Satgas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala.
Nasional

292 Kecelakaan Lalu Lintas Selama Arus Mudik, 8 Orang Meninggal Dunia

Polri mencatat 292 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia hingga luka ringan selama musim mudik Lebaran 2026. Data tersebut berdasarkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 per Minggu, 22 Maret…

By
Rahmat
Amin Suciady
2 Min Read
Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK
Hukum

Tahanan Rumah Yaqut Cuma Bebani Uang Negara dan Lukai Semangat Antikorupsi

Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, menilai pengalihan status penahanan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), sekaligus tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan, yang sebelumnya mejadi…

By
Amin Suciady
Rahmat
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Ilustrasi FIFA
Olahraga

Asosiasi Sepak Bola Israel Dihukum FIFA Rp3,2 Miliar, Kenapa?

FIFA menjatuhkan denda sebesar 150.000 franc Swiss (US$190.700) atau sekitar Rp3,23 miliar…

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
By
Anisa Aulia
Ivan
1 hari lalu
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman
Olahraga

(Part I) FIFA Series 2026: Ajang ‘Hidup-Mati’ Pemain di Tangan Herdman dan Harapan Baru Sepak Bola Indonesia

Di bawah arahan pelatih baru, John Herdman, Timnas Indonesia akan mengikuti turnamen…

hadi-febriansyah-owriteAmin Suciady
By
Hadi Febriansyah
Amin Suciady
2 hari lalu
Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman
Olahraga

(Part II) FIFA Series 2026: Ajang ‘Hidup-Mati’ Pemain di Tangan Herdman dan Harapan Baru Sepak Bola Indonesia

Kejutan Daftar Pemain Pengamat lain, Kesit Handoyo, menyebut sebagian besar pemain yang…

hadi-febriansyah-owriteAmin Suciady
By
Hadi Febriansyah
Amin Suciady
3 hari lalu
Ilustrasi Piala Dunia
Olahraga

Drama Piala Dunia 2026: FIFA Tolak Relokasi Laga Iran?

FIFA memberikan indikasi bahwa pertandingan tim nasional Iran di Piala Dunia 2026…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up