Pelatih tim nasional Indonesia, John Herdman, menegaskan dirinya tidak gentar menghadapi tekanan besar sebagai juru taktik skuad Garuda.
Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers perdana yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa 13 Januari 2026.
Menurut Herdman, tekanan justru merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah kehormatan ketika memimpin tim nasional.
Iya, tekanan itu sebuah keistimewaan. Anda datang ke sebuah organisasi, Anda memimpin sebuah tim, lalu Anda juga memikul negara ini,”
kata Herdman.
Pelatih asal Inggris tersebut memandang tekanan dari sudut yang berbeda. Baginya, besarnya ekspektasi publik dapat menjadi energi positif jika dikelola dengan tepat.
Sekarang, itu bisa jadi sebuah kutukan atau sebuah anugerah. Kita akan mengoptimalisasikan itu menjadi sebuah anugerah untuk kita semua. Akan jadi sebuah kesempatan yang besar jika saya melanjutkannya dan memberikannya kepada para pemain,”
kata pelatih asal Inggris itu.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan suporter akan menjadi sumber motivasi penting bagi para pemain di setiap pertandingan.
Ketika sebuah negara terhenti dan lolos untuk pertama kalinya, saya menikmati momen itu. Jadi, saya paham akan hal itu. Saya akan mengatakan kepada para pemain bahwa tekanan itu sebuah anugerah. Kita akan mendengar para fans, kita akan menggunakan energi mereka,”
katanya menambahkan.
Belajar dari Kegagalan Menuju Piala Dunia 2026
Indonesia sebelumnya gagal melangkah ke Piala Dunia 2026 setelah menelan dua kekalahan dari Arab Saudi dan Irak pada babak kualifikasi putaran keempat, Oktober tahun lalu, di bawah asuhan Patrick Kluivert.
Hasil tersebut membuat kontrak pelatih asal Belanda itu dihentikan setelah bekerja selama sekitar 10 bulan sejak ditunjuk pada Januari.
Kesempatan Indonesia untuk kembali mengejar mimpi tampil di Piala Dunia akan terbuka pada edisi berikutnya yang bertepatan dengan peringatan 100 tahun Piala Dunia di Maroko, Portugal, Spanyol, serta Uruguay, Argentina, dan Paraguay.
Proses Panjang Menuju Piala Dunia
Herdman menegaskan bahwa membawa Indonesia tampil di Piala Dunia bukanlah pekerjaan instan. Ia mencontohkan pengalamannya saat menangani tim nasional Kanada.
Saya akan mengatakan kepada para fans bahwa lolos ke Piala Dunia itu tidak bisa terjadi dalam satu malam. Itu membutuhkan 36 tahun untuk bisa melangkah ke sana,”
kata pelatih Consett, Inggris tersebut.
Ia menambahkan bahwa Indonesia telah mengambil langkah besar dan kini harus melanjutkan progres tersebut secara konsisten.
Untuk Indonesia, mereka mengambil langkah yang besar terakhir ini, dan kita harus melangkah ke tahap selanjutnya, dan kita akan melakukannya. Jadi, komitmen saya bahwa tekanan itu sesuatu yang akan membuat kami, mengarahkan kami, untuk bisa memastikan bahwa kami bisa ke momen itu untuk negara ini,”
paparnya.
Itulah mengapa saya datang ke sini, sebuah kesempatan yang di mana menjadi alasan saya bangun dari kasur saya tiap hari,”
tambah Herdman.
Optimisme Herdman Hadapi Piala Asia 2027
Selain target jangka panjang Piala Dunia, Herdman juga optimistis Timnas Indonesia mampu bersaing di Piala Asia 2027 yang akan digelar di Arab Saudi. Ia menilai kualitas pemain yang dimiliki Indonesia saat ini cukup menjanjikan.
Itu sebuah pengalaman yang menarik yang membutuhkan pengalaman nyata dan juga disiplin. Itu akan menjadi pengalaman yang baru untuk mereka. Saya yakin bahwa kita bisa kompetitif di turnamen AFC, dengan bakat yang tersedia, pengalaman yang ada di tim mengenai format turnamen,”
kata Herdman.
Pada Piala Asia 2023 di Qatar, Indonesia berhasil melaju ke babak 16 besar sebagai salah satu peringkat tiga terbaik.
Saat itu, Tim Garuda yang diasuh Shin Tae-yong mengoleksi tiga poin dan finis di posisi ketiga Grup D, di bawah Jepang dan Irak.
Langkah Indonesia terhenti setelah kalah 0-4 dari Australia. Meski demikian, capaian tersebut menjadi prestasi terbaik Indonesia dalam lima edisi terakhir Piala Asia.
Kita punya kesempatan yang bagus untuk mendorong level kita dan membuat sebuah sejarah dengan prestasi kita. Jadi, yang terpenting kita harus siap dan berani melihat bahwa grup ini punya talenta,”
kata pelatih yang membawa Kanada kembali ke Piala Dunia setelah absen 36 tahun itu.
Piala AFF dan Ambisi di Level Asia
Sebelum tampil di Piala Asia 2027, Herdman juga akan memimpin Timnas Indonesia pada turnamen Piala AFF yang kini bernama Kejuaraan ASEAN, Juli mendatang.
Ia menilai dua ajang besar tersebut sebagai panggung penting untuk menunjukkan perkembangan sepak bola Indonesia di Asia.
Dengan kepemimpinan yang tepat, dua turnamen besar AFC itu, saya tahu seberapa besar itu, akan menjadi sesuatu hal yang menarik bagi para pemain. Namun, yang lebih penting kita bisa memenanginya, di mana kita bisa memamerkan di mana kita sekarang, dan mengambil langkah selanjutnya sebagai sebuah negara,”
tambahnya.

