Ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini berdampak hingga ke dunia olahraga.
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menyatakan keraguan terkait keikutsertaan tim nasional Iran di Piala Dunia FIFA 2026 menyusul serangan militer yang terjadi di negara tersebut.
Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Namun, kurang dari empat bulan menjelang kick-off, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah justru memanas.
Presiden FFIRI, Mehdi Taj, mengaku belum bisa memastikan apakah timnas Iran dapat tampil di ajang tersebut setelah serangan yang dilancarkan AS dan Israel.
Yang pasti adalah setelah serangan ini, kita tidak bisa berharap untuk menantikan Piala Dunia dengan penuh harapan,”
kata Mehdi Taj kepada portal olahraga Varzesh3 saat Iran saling melancarkan serangan ke Israel.
Iran sendiri tergabung di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir dalam hasil undian fase grup Piala Dunia 2026.
FIFA Pantau Situasi Keamanan Global
Di tengah ketidakpastian tersebut, FIFA menyatakan terus memantau perkembangan konflik yang melibatkan Iran, AS, dan Israel.
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menegaskan pihaknya belum bisa memberikan komentar detail terkait dampak situasi tersebut terhadap turnamen.
Saya membaca berita dengan cara yang sama seperti Anda pagi ini. Kami mengadakan pertemuan hari ini dan akan terlalu dini untuk mengomentari hal itu secara detail,”
kata Sekjen FIFA, Mattias Grafstrom dikutip dari Independent.
Tetapi tentu saja kami akan memantau perkembangan seputar semua masalah di seluruh dunia,”
ucap Grafstrom menambahkan.
Pastikan Keamanan Seluruh Peserta
Grafstrom juga menekankan bahwa FIFA berkomitmen memastikan keamanan seluruh tim peserta Piala Dunia 2026.
Kami telah melakukan pengundian babak final di Washington di mana semua tim berpartisipasi, dan fokus kami adalah pada Piala Dunia yang aman dengan semua tim berpartisipasi,”
kata Grafstrom.
Kami akan terus berkomunikasi seperti biasa dengan tiga pemerintah [tuan rumah] seperti yang selalu kami lakukan dalam situasi apa pun. Semua orang akan aman,”
jelasnya.
Sebagai catatan, Iran termasuk dalam daftar negara yang warganya dilarang masuk ke AS oleh Presiden Donald Trump, meskipun terdapat pengecualian bagi skuad tim nasional yang akan berlaga di Piala Dunia.
Hingga kini belum ada keputusan resmi terkait partisipasi Iran di Piala Dunia 2026. Namun konflik yang sedang berlangsung jelas menjadi tantangan besar, bukan hanya bagi sepak bola Iran, tetapi juga bagi stabilitas penyelenggaraan turnamen internasional tersebut.
Perkembangan situasi keamanan dan diplomasi internasional dalam beberapa bulan ke depan akan sangat menentukan apakah Iran bisa tampil tanpa hambatan di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia itu.
