Federation Internationale de Volleyball (FIVB) menyatakan keterkejutannya atas laporan meninggalnya sejumlah pemain bola voli muda Iran akibat konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Perang yang pecah sejak akhir pekan lalu itu disebut berdampak langsung pada dunia olahraga, termasuk jatuhnya korban dari kalangan atlet voli Iran.
Dalam pernyataan resminya, FIVB menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban serta seluruh pihak yang terdampak krisis tersebut.
FIVB terkejut dan sangat prihatin dengan laporan beberapa pemain voli muda di Iran tewas dalam situasi keamanan yang memburuk di Timur Tengah dan wilayah yang lebih luas,”
tulis FIVB dalam rilis resmi.
Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga yang terlibat dan semua yang terkena dampak krisis yang sedang berlangsung ini.”
Selain korban jiwa, FIVB juga mengungkapkan bahwa puluhan ribu anggota komunitas voli di kawasan terdampak kini harus mengungsi dan menghadapi ketidakpastian masa depan akibat konflik yang terus memanas.
Situasi keamanan yang memburuk membuat banyak atlet, pelatih, staf, serta sukarelawan berada dalam kondisi rentan.
FIVB Bentuk Gugus Tugas Kemanusiaan
Sebagai respons atas kondisi darurat tersebut, FIVB membentuk gugus tugas khusus atau task force guna mempercepat penanganan bantuan kemanusiaan bagi komunitas voli yang terdampak.
Fokus FIVB sekarang adalah memastikan keselamatan semua atlet voli, pelatih, staf, dan sukarelawan yang berbasis di atau mengunjungi wilayah tersebut, dan yang sekarang terjebak dalam konflik,”
tutur FIVB.
FIVB telah membentuk gugus tugas khusus untuk mempercepat pekerjaan kemanusiaan ini secara langsung, bekerja sama dengan pemerintah dan LSM serta badan-badan terkait lainnya.”
tambah FIVB.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab organisasi terhadap keselamatan keluarga besar bola voli dunia.
Seruan Perdamaian untuk Komunitas Internasional
Dalam pernyataannya, FIVB juga menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai perdamaian, dialog, dan solidaritas global.
Organisasi tersebut mengajak komunitas internasional untuk berperan aktif dalam meredakan ketegangan dan mencari solusi damai atas konflik yang terjadi.
FIVB sangat percaya pada pentingnya kolaborasi, dialog, perdamaian, dan solidaritas. Sejalan dengan nilai-nilai ini, FIVB menyerukan kepada komunitas internasional untuk membantu meredakan ketegangan dan mencari solusi damai,”
paparnya.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa konflik geopolitik tidak hanya berdampak pada sektor politik dan ekonomi, tetapi juga merenggut harapan generasi muda, termasuk di dunia olahraga.

