Budi Luhur University (UBL) terus memperluas kesempatan pendidikan bagi generasi muda Indonesia, termasuk bagi mereka yang memiliki prestasi di bidang olahraga.
Melalui program Beasiswa Atlet dan Non-Akademik, universitas ini memberikan kesempatan bagi atlet muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan karier olahraga mereka.
Komitmen tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada 5 Maret 2026. Acara ini dihadiri pimpinan universitas, dosen, serta mahasiswa atlet berprestasi yang menjadi bagian dari ekosistem akademik UBL.
Rektor Agus Setyo Budi menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga mendukung potensi mahasiswa di berbagai bidang, termasuk olahraga.
Beasiswa Atlet Jadi Jalur Khusus
Program Beasiswa Atlet menjadi salah satu bentuk dukungan UBL bagi siswa yang memiliki prestasi di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.
Melalui program ini, atlet muda yang memiliki pencapaian di berbagai cabang olahraga dapat memperoleh kesempatan untuk melanjutkan kuliah tanpa terbebani biaya pendidikan yang tinggi.
Selain tetap berlatih dan berkompetisi, mahasiswa atlet juga akan mendapatkan pendampingan akademik agar dapat menyeimbangkan prestasi olahraga dan pendidikan.
Program ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki semangat kompetitif dan disiplin tinggi.
Beberapa atlet berprestasi menjadi salah satu mahasiswa di UBL, salah satunya adalah atlet panahan Ahmad Khoirul Baasith.
Dirinya merupakan atlet yang berhasil meraih medali emas pada gelaran SEA Games 2025 kemarin.
Punya Kesempatan Go Global
Menariknya, mahasiswa yang masuk melalui jalur beasiswa atlet juga tetap memiliki kesempatan mengikuti berbagai program internasional yang disediakan universitas.
UBL menjalin kerja sama akademik dengan berbagai universitas luar negeri seperti Meiji University di Jepang, Kanda Institute of Foreign Languages, Chiba Institute of Science, Anadolu University di Turki.
Program tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti pertukaran pelajar, penelitian kolaboratif, magang internasional, hingga kompetisi global.
Seorang mahasiswa Teknik Informatika yang mengikuti program di Meiji University mengatakan:
Saya belajar langsung dari dosen internasional dan bekerja dalam tim multikultural. Ini pengalaman yang membuka cara berpikir baru, menambah kemampuan adaptasi, dan menyiapkan kami untuk bersaing di pasar kerja global,”
ujar Agus Setyo Budi.
Agus juga menegaskan bahwa program beasiswa, termasuk bagi atlet, merupakan bagian dari strategi universitas untuk membangun generasi masa depan yang siap bersaing di tingkat global.
Visi kami adalah menciptakan generasi lulusan yang bukan hanya cerdas, tetapi juga berbudi luhur. Generasi ini akan menjadi pemimpin masa depan yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan tantangan global,”
ujar Agus.
Pendidikan globalisasi bukan sekadar slogan, tetapi implementasi nyata dalam program akademik, penelitian, dan kolaborasi internasional.
Maka dari itu UBL membuka peluang bagi setiap mahasiswa untuk mengalami dunia, sambil tetap berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.
Agus juga ingin dunia mengenal kualitas pendidikan Indonesia melalui lulusan UBL.
Dengan berbagai program beasiswa, termasuk bagi atlet berprestasi, UBL menunjukkan komitmennya dalam mendukung generasi muda Indonesia untuk berkembang, baik di bidang akademik maupun olahraga.
UBL berkomitmen untuk menjadi universitas yang bukan hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga diakui di kancah internasional. Kami membangun generasi yang berakar pada nilai lokal, tetapi memiliki dampak global,”
tutup Agus.
