Manajer Bhayangkara FC U-20, Yongky Pamungkas, mengungkapkan bahwa timnya telah menerima keputusan resmi dari PSSI melalui Komite Disiplin terkait insiden dalam laga melawan Dewa United U-20.
Dalam putusan tersebut, Bhayangkara FC U-20 dijatuhi total tujuh sanksi yang menyasar pemain dan ofisial tim. Sanksi terberat dijatuhkan kepada Fadly Alberto, yang menerima larangan bermain selama tiga tahun.
Selain itu, tiga pemain lainnya yakni Aqilah Lissunnah Aljundi, Afrizal Riqh, dan Ahmad Catur dijatuhi hukuman larangan bermain selama dua tahun.
Sementara M. Mufdi Iskandar menerima sanksi satu tahun larangan bermain. Tak hanya pemain, ofisial tim Muklis Hadi Ning juga terkena hukuman larangan mendampingi tim dalam empat pertandingan.
Yongky menegaskan, bahwa pihak klub tetap menghormati keputusan Komite Disiplin. Namun, ia menilai ada sejumlah aspek yang perlu ditinjau ulang secara lebih adil dan menyeluruh.
Kami menghormati keputusan Komite Disiplin PSSI. Namun, kami menilai ada beberapa hal yang masih perlu dikaji ulang secara lebih komprehensif dan proporsional, terutama terkait durasi sanksi yang dijatuhkan kepada pemain,”
ujar Yongky.
Menurutnya, keputusan tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi nyata yang terjadi di lapangan, termasuk situasi pemain Bhayangkara yang juga terdampak dalam insiden tersebut.
Kami melihat ada fakta-fakta di lapangan yang perlu menjadi pertimbangan lebih dalam, termasuk kondisi di mana beberapa pemain kami juga berada dalam posisi sebagai pihak yang terdampak,”
lanjutnya.
Ajukan Banding
Sebagai langkah lanjutan, Bhayangkara FC U-20 memastikan akan mengajukan banding ke Komite Banding PSSI agar mendapatkan penilaian yang lebih objektif.
Kami memastikan akan mengajukan banding. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mendapatkan penilaian yang lebih objektif, menyeluruh, dan berimbang,”
tegas Yongky.
Di balik insiden yang terjadi, Yongky menekankan bahwa hubungan antara pemain Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 sebenarnya sangat baik.
Menurutnya, para pemain berasal dari generasi yang sama dan sering bertemu dalam berbagai kompetisi maupun kegiatan sepak bola lainnya.
Para pemain ini saling mengenal dengan baik, bahkan berkomunikasi di luar lapangan. Banyak dari mereka pernah bertemu di berbagai ajang, baik di level kompetisi maupun kegiatan lainnya, sehingga hubungan yang terjalin sebenarnya sangat positif,”
Ia juga menegaskan, bahwa insiden tersebut murni dipicu emosi dalam pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi.
Hubungan mereka sangat dekat dan penuh rasa saling menghargai. Jadi apa yang terjadi kemarin murni karena emosi sesaat dalam pertandingan dengan tensi tinggi, bukan sesuatu yang mencerminkan hubungan pribadi mereka,”
tutupnya.
Ke depan, Bhayangkara FC U-20 berkomitmen melakukan evaluasi internal sekaligus memperkuat pembinaan pemain muda agar tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Meski demikian, klub tetap berupaya memperjuangkan hak para pemain melalui mekanisme banding yang telah tersedia.
Berikut daftar sanksi yang dijatuhkan kepada Bhayangkara FC U-20 berdasarkan keputusan Komite Disiplin PSSI:
| Nama | Sanksi |
|---|---|
| Fadly Alberto | Larangan bermain selama 3 tahun |
| Aqilah Lissunnah Aljundi | Larangan bermain selama 2 tahun |
| Afrizal Riqh | Larangan bermain selama 2 tahun |
| Ahmad Catur | Larangan bermain selama 2 tahun |
| M. Mufdi Iskandar | Larangan bermain selama 1 tahun |
| Muklis Hadi Ning (ofisial tim) | Larangan mendampingi tim selama 4 pertandingan |
Satu sanksi tambahan (total disebut 7 sanksi dalam keputusan, namun rincian enam nama di atas yang disebut secara spesifik dalam laporan)

