Presiden FIFA, Gianni Infantino mengatakan, Piala Dunia 2026 akan mencatat sejarah baru, karena FIFA menggelontorkan dana yang fantastis. Menurutnya, besaran dana ini akan membantu mendukung perkembangan sepak bola di berbagai negara.
“Piala Dunia FIFA 2026 juga akan menjadi terobosan dalam hal kontribusi finansial nya kepada komunitas sepak bola global,”
kata Gianni seperti dikutip dari laman resmi FIFA.
Berikut rincian hadiah Piala Dunia 2026
- Juara 1 – US$50 juta (Sekitar Rp890 miliar)
- Runner-up – US$33 juta (Sekitar Rp587,4 miliar)
- Peringkat Ketiga – US$29 juta (Sekitar Rp516,2 miliar)
- Peringkat Keempat – US$27 juta (Sekitar Rp480,6 miliar)
- Peringkat 5-8 – US$19 juta (Sekitar Rp338,2 miliar)
- Peringkat 9-16 – US$15 juta (Sekitar Rp267 miliar)
- Peringkat 17-32 – US$11 juta (Sekitar Rp195,8 miliar)
- Peringkat 33-48 – US$9 juta (Sekitar Rp160,2 miliar)
Selain hadiah berdasarkan prestasi, setiap negara yang lolos ke kualifikasi juga akan menerima dana persiapan sebesar US$1,5 juta. Dengan demikian, seluruh peserta sedikitnya akan memperoleh US$10,5 juta atau sekitar Rp186,9 miliar hanya dari keikutsertaan mereka di turnamen.
Menariknya, nilai tersebut hampir setara dengan kebutuhan dana operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu hari. Merujuk pada Katadata, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengungkapkan kebutuhan dana MBG secara nasional diperkirakan berkisar Rp855 miliar sampai Rp1,2 triliun per hari.
Dengan kata lain, hadiah juara Piala Dunia 2026 hanya terpaut sekitar Rp110 miliar dari kebutuhan anggaran MBG sebesar Rp1 triliun per hari. Artinya, uang yang diterima tim juara Piala Dunia 2026 senilai Rp890 miliar hampir cukup untuk membiayai pelaksanaan program MBG selama satu hari penuh di tingkat nasional. Perbandingan ini menggambarkan besarnya skala ekonomi yang berputar dalam ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.