Piala Dunia kerap menjadi panggung lahirnya bintang-bintang baru. Tak jarang, pemain yang sebelumnya kurang dikenal mendadak menjadi pusat perhatian dunia setelah tampil gemilang di turnamen sepak bola terbesar tersebut.
Fenomena itu kini dialami kiper Timnas Cape Verde, Josimar Jose Evora Dias alias Vozinha. Penjaga gawang berusia 40 tahun tersebut tampil luar biasa saat membantu Cape Verde menahan imbang Spanyol pada laga Grup H Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, Senin, 15 Juni 2026.
Sebelum pertandingan dimulai, banyak pihak memprediksi Cape Verde akan kesulitan menghadapi kekuatan Spanyol yang berstatus salah satu tim unggulan. Namun, kenyataan berbeda. Berkat disiplin permainan tim serta penampilan heroik Vozinha di bawah mistar, Cape Verde mampu menahan gempuran La Roja sepanjang pertandingan.
Tim asuhan Luis de la Fuente mendominasi laga dengan penguasaan bola mencapai 74 persen dan mencatatkan total 27 percobaan tembakan ke arah pertahanan Cape Verde. Meski terus ditekan, gawang Cape Verde tetap aman hingga peluit panjang berbunyi.
Gagalkan Peluang Pedri hingga Lamine Yamal
Sepanjang pertandingan, Vozinha menjadi mimpi buruk bagi lini serang Spanyol. Beberapa peluang emas yang didapatkan pemain-pemain seperti Pedri, Mikel Oyarzabal, Aymeric Laporte, hingga Ferran Torres berhasil dimentahkan oleh sang kiper veteran.
Pada babak kedua, Luis de la Fuente bahkan memasukkan sejumlah pemain bintang seperti Lamine Yamal, Dani Olmo, dan Nico Williams untuk meningkatkan daya serang. Perubahan tersebut tetap tidak mampu membongkar pertahanan Cape Verde yang dipimpin oleh penampilan gemilang Vozinha.
Hasil akhirnya, pertandingan berakhir tanpa gol dan Cape Verde sukses mengamankan satu poin berharga dalam laga debut mereka di putaran final Piala Dunia. Berkat kontribusinya yang luar biasa, Vozinha terpilih sebagai pemain terbaik atau man of the match dalam pertandingan ini.
Penghargaan tersebut menjadi bukti betapa besar perannya dalam menjaga peluang Cape Verde untuk bersaing di Grup H. Tidak hanya mendapatkan apresiasi dari FIFA dan para penggemar sepak bola, aksi heroiknya juga langsung menjadi perbincangan luas di media sosial.
Followers Melejit
Efek dari penampilan sensasional tersebut langsung terasa di dunia digital. Popularitas Vozinha melonjak drastis hanya beberapa jam setelah pertandingan berakhir. Akun Instagram pribadinya, @vozinha1, mengalami lonjakan pengikut yang luar biasa.
Sebelum laga melawan Spanyol, akun tersebut diketahui memiliki sekitar 50 ribu pengikut. Namun setelah tampil gemilang di Piala Dunia 2026, jumlah pengikutnya meroket hingga mencapai sekitar 4,5 juta akun. Kenaikan tersebut setara dengan lonjakan sekitar 8.900 persen dan masih berpotensi terus bertambah seiring meningkatnya perhatian publik terhadap sang kiper.
Keberhasilan menahan Spanyol menjadi modal penting bagi Cape Verde untuk melanjutkan perjuangan mereka di Grup H. Meski menghadapi lawan yang lebih diunggulkan, tim debutan ini berhasil membuktikan bahwa mereka tidak datang ke Piala Dunia 2026 hanya sebagai pelengkap.
Pada pertandingan berikutnya, Cape Verde akan menghadapi Uruguay di Stadion Hard Rock, Miami, pada 22 Juni. Jika Vozinha mampu kembali menunjukkan performa impresif seperti saat melawan Spanyol, bukan tidak mungkin Cape Verde kembali menciptakan kejutan di turnamen ini.
Piala Dunia selalu menghadirkan cerita-cerita tak terduga, dan Vozinha menjadi salah satu kisah inspiratif pada edisi 2026. Dalam usia empat dekade, ketika banyak pemain sudah memasuki masa pensiun, ia justru tampil sebagai pahlawan dan menjadi sorotan dunia berkat penampilan luar biasa di panggung terbesar sepak bola internasional.
Kini, nama Vozinha tak lagi hanya dikenal oleh pendukung Cape Verde, tetapi juga oleh jutaan pecinta sepak bola di seluruh dunia.

