Persaingan fase grup Piala Dunia 2026 semakin menarik setelah sejumlah tim unggulan gagal meraih hasil maksimal pada pertandingan pembuka.
Spanyol, Belgia, dan Uruguay harus puas berbagi angka dengan lawan masing-masing dalam laga yang berlangsung sengit.
Timnas Spanyol harus menerima kenyataan pahit setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde dalam laga Grup H yang berlangsung di Atlanta Stadium, Senin 15 Juni 2026.
La Furia Roja tampil dominan sejak awal pertandingan dengan menguasai jalannya laga. Namun rapatnya pertahanan Tanjung Verde membuat para pemain Spanyol kesulitan menciptakan peluang bersih.
Sepanjang babak pertama, pasukan Luis de la Fuente terus menekan. Pedri sempat mencoba peruntungannya lewat tendangan jarak jauh, tetapi masih mampu diamankan kiper Vozinha.
Vozinha Jadi Tembok Kokoh Tanjung Verde
Peluang terbaik Spanyol hadir pada menit ke-39. Marc Cucurella berhasil menusuk ke kotak penalti sebelum mengirim bola kepada Ferran Torres di depan gawang.
Sayangnya, tembakan Ferran hanya membentur tiang. Bola rebound yang disundul Mikel Oyarzabal juga masih mampu dimentahkan oleh Vozinha.
Kiper Tanjung Verde kembali menunjukkan kualitasnya menjelang turun minum dengan dua penyelamatan penting untuk menjaga skor tetap 0-0.
Memasuki babak kedua, pola pertandingan tidak banyak berubah. Spanyol terus menguasai bola, sementara Tanjung Verde fokus mempertahankan area pertahanannya.
Mikel Merino dan Marc Cucurella sempat memperoleh peluang emas, namun semuanya berhasil digagalkan oleh penampilan gemilang Vozinha.
Peluang terakhir Spanyol hadir melalui Oyarzabal pada menit ke-88. Namun tendangannya berhasil diblok Roberto Lopes sehingga laga berakhir tanpa gol.
Belgia dan Mesir Berbagi Poin di Grup G
Pada pertandingan Grup G, Timnas Belgia juga gagal mengamankan kemenangan setelah bermain imbang 1-1 melawan Mesir di Stadion Seattle, Selasa 16 Juni 2026 dini hari WIB.
Belgia sebenarnya tampil agresif sejak awal laga melalui Kevin De Bruyne dan Leandro Trossard. Namun justru Mesir yang berhasil membuka keunggulan lebih dulu.
Gol Mesir tercipta pada menit ke-19 melalui Emam Ashour. Mohamed Salah mengirim umpan mendatar yang langsung disambar Ashour dengan tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras dan gagal dihentikan Thibaut Courtois.
Mesir hampir menambah keunggulan sebelum jeda, tetapi Courtois tampil sigap menggagalkan peluang Mostafa Zico dan Omar Marmoush.
Belgia akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-66 setelah Romelu Lukaku masuk sebagai pemain pengganti.
Sentuhan pertama Lukaku berhasil menciptakan situasi berbahaya yang berujung gol bunuh diri Mohamed Hany. Skor berubah menjadi 1-1.
Di sisa pertandingan, kedua tim sama-sama menciptakan peluang. Namun tidak ada tambahan gol hingga peluit panjang dibunyikan.
Uruguay Selamat dari Kekalahan Saat Hadapi Arab Saudi
Laga lainnya di Grup H mempertemukan Arab Saudi dan Uruguay di Hard Rock Stadium, Miami. Pertandingan berlangsung sengit dan berakhir imbang 1-1 setelah Uruguay berhasil bangkit dari ketertinggalan.
Uruguay mendominasi penguasaan bola sejak awal laga. Namun kokohnya lini belakang Arab Saudi membuat tim asuhan Marcelo Bielsa kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Justru Arab Saudi yang berhasil mencetak gol terlebih dahulu pada menit ke-41 melalui Abdulelah Al Amri. Gol tersebut lahir setelah Al Amri memanfaatkan bola muntah hasil sundulan Abdulhamid dari situasi sepak pojok.
Tertinggal satu gol membuat Uruguay tampil lebih agresif di babak kedua. Setelah beberapa peluang gagal berbuah gol, Uruguay akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui Maximiliano Araujo.
Gol tercipta setelah Araujo memanfaatkan bola rebound hasil sundulan Federico Vinas yang gagal diamankan sempurna oleh lini pertahanan Arab Saudi.
Meski terus menekan hingga akhir laga, Uruguay tidak mampu mencetak gol kemenangan. Peluang emas Federico Valverde di masa injury time berhasil digagalkan Mohammed Al Owais.

