Timnas Portugal harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Houston Stadium, Kamis, 18 Juni 2026.
Selecao das Quinas sempat berada di atas angin setelah Joao Neves mencetak gol cepat pada menit keenam. Namun keunggulan tersebut sirna menjelang turun minum setelah Yoane Wissa sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-45+5.
Hasil ini menjadi sorotan karena Portugal tampil sangat dominan sepanjang pertandingan, tetapi gagal memanfaatkan keunggulan penguasaan bola untuk meraih kemenangan.
Secara statistik, Portugal mengendalikan permainan dengan sangat baik. Tim asuhan Roberto Martinez menguasai bola hingga 75 persen, jauh di atas RD Kongo yang hanya mencatatkan 25 persen penguasaan.
Meski mendominasi jalannya laga, Portugal kesulitan mengonversi peluang menjadi gol tambahan. Minimnya efektivitas di lini depan membuat mereka harus puas membawa pulang satu poin.
Situasi ini semakin disorot karena Cristiano Ronaldo yang dipercaya menjadi ujung tombak tidak mampu memberikan kontribusi maksimal.
Ronaldo Jalani Laga Bersejarah, Tapi Berakhir Pahit
Roberto Martinez tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Cristiano Ronaldo sejak menit pertama. Penampilan tersebut membuat CR7 menyamai pencapaian Lionel Messi sebagai pemain yang tampil di enam edisi Piala Dunia berbeda sejak tahun 2006.
Namun, jika Messi merayakan rekor tersebut dengan mencetak hattrick saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0, Ronaldo justru menjalani malam yang jauh dari kata ideal.
Dalam pertandingan melawan RD Kongo, Ronaldo gagal menunjukkan ketajamannya sebagai striker utama Portugal.
Penyerang berusia 41 tahun itu mencatatkan statistik yang kurang mengesankan sepanjang 90 menit permainan.
Beberapa catatan yang menjadi sorotan antara lain 0 gol, 0 assist, 0 tembakan tepat sasaran, 0 peluang yang diciptakan, 0 dribel sukses, dan 0 duel yang dimenangkan. Ronaldo melepaskan tiga percobaan sepanjang laga, tetapi tidak satu pun mengarah ke gawang lawan.
Salah satu momen yang paling disesalkan terjadi ketika Ronaldo menerima dua umpan matang dari Francisco Conceicao.
Dalam dua kesempatan berbeda, pemain Al Nassr itu berada dalam posisi yang cukup ideal untuk mencetak gol. Namun penyelesaian akhirnya tidak maksimal dan bola justru melenceng dari sasaran.
Peluang-peluang tersebut menjadi bukti bahwa Portugal sebenarnya memiliki kesempatan untuk mengamankan kemenangan.
Dapat Rating Terendah di Tim Portugal
Penampilan Ronaldo juga mendapat sorotan dari data statistik pertandingan. Berdasarkan penilaian SofaScore, Ronaldo menjadi pemain Portugal dengan rating paling rendah pada laga tersebut.
Mantan bintang Real Madrid dan Manchester United itu hanya memperoleh nilai 6,1, menjadi yang terburuk dibanding rekan-rekan setimnya.
Angka tersebut mencerminkan minimnya kontribusi Ronaldo dalam berbagai aspek permainan selama pertandingan berlangsung.
Menariknya, meskipun tampil di bawah ekspektasi, Ronaldo tetap berada di lapangan hingga peluit panjang dibunyikan. Roberto Martinez tidak melakukan pergantian terhadap sang kapten meski Portugal memiliki sejumlah opsi lain di bangku cadangan.
Nama-nama seperti Goncalo Guedes dan Joao Felix tidak mendapatkan kesempatan bermain, sementara Ronaldo tetap dipercaya menyelesaikan pertandingan selama 90 menit penuh.
Portugal Harus Segera Berbenah
Hasil imbang melawan RD Kongo menjadi alarm bagi Portugal yang datang ke Piala Dunia 2026 dengan status salah satu tim unggulan.
Dominasi penguasaan bola tidak akan berarti jika tidak diiringi efektivitas di depan gawang. Lini serang Portugal, termasuk Cristiano Ronaldo, perlu segera menemukan performa terbaiknya agar tidak kehilangan poin penting pada pertandingan berikutnya.
Jika ingin melangkah jauh di turnamen ini, Portugal harus mampu mengubah dominasi permainan menjadi kemenangan, sementara Ronaldo dituntut membuktikan bahwa dirinya masih bisa menjadi pembeda di panggung terbesar sepak bola dunia.

