Bintang muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal, akhirnya mengungkap isi percakapannya dengan Lionel Messi setelah laga final Piala Dunia 2026.
Momen penuh emosional itu terjadi sesaat setelah Spanyol memastikan kemenangan 1-0 atas Argentina di Stadion New York-New Jersey, Amerika Serikat.
Pertemuan dua generasi bintang sepak bola tersebut menjadi salah satu momen paling menyentuh setelah pertandingan berakhir.
Keberhasilan mengalahkan Argentina membawa Spanyol meraih trofi Piala Dunia kedua sepanjang sejarah. Gelar tersebut mengakhiri penantian selama 16 tahun sejak La Roja pertama kali menjadi juara dunia pada Piala Dunia 2010.
Di sisi lain, kekalahan ini membuat Argentina gagal mempertahankan gelar yang mereka raih pada edisi 2022 sekaligus mengubur ambisi mencatatkan dua gelar juara dunia secara beruntun, menyamai rekor Italia (1934 dan 1938) serta Brasil (1958 dan 1962).
Selain gagal mempertahankan gelar, Argentina juga harus menerima kenyataan bahwa mereka kalah dalam permainan dari Spanyol sepanjang pertandingan.
Situasi semakin memanas setelah laga usai. Sejumlah insiden terjadi, mulai dari keributan antara Leandro Paredes dan Gavi, aksi cekikan terhadap Luis Garcia, hingga pukulan Roberto Ayala kepada gelandang Spanyol, Dani Olmo.
Atmosfer panas tersebut sempat membuat suasana di lapangan memanas sebelum akhirnya mulai mereda.
Lamine Yamal Menghampiri Lionel Messi
Di tengah situasi yang penuh emosi, Lamine Yamal memilih melakukan sesuatu yang berbeda. Saat Lionel Messi terlihat duduk bersama beberapa rekan setimnya di lapangan, Yamal berjalan menghampiri sang kapten Argentina.
Messi kemudian berdiri menyambut kedatangan pemain muda Spanyol tersebut sebelum keduanya saling berpelukan dan berbincang beberapa saat. Momen itu menjadi salah satu gambar paling berkesan dari final Piala Dunia 2026.
Dalam wawancara bersama Marca, Lamine Yamal mengungkap isi percakapan singkat tersebut. Menurut pemain berusia 19 tahun itu, Lionel Messi memberikan pesan yang sangat berarti bagi perjalanan kariernya.
Dia mengatakan kepada saya untuk terus menempuh jalan saya dan bahwa masa depan adalah milik generasi kita. Kata-kata itu sama berartinya bagi saya seperti medali emas di leher saya,”
ujar Yamal.
Walaupun gagal mempertahankan gelar juara dunia, Lionel Messi tetap menunjukkan performa luar biasa sepanjang turnamen.
Pemain berusia 39 tahun itu sukses mencetak delapan gol dan menyumbang empat assist dari delapan pertandingan yang dijalani Argentina di Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Prestasi tersebut kembali menegaskan peran penting Messi dalam membawa Albiceleste melaju hingga partai final.
Lamine Yamal mengaku selalu menjadikan Lionel Messi sebagai panutan dalam dunia sepak bola. Karena itu, ia merasa perlu memberikan penghormatan secara langsung kepada legenda Argentina tersebut setelah pertandingan usai.
Lionel Messi adalah seseorang yang selalu saya kagumi. Di akhir pertandingan, saya menunjukkan rasa hormat saya kepadanya,”
Lamine Yamal menambahkan.
Pertemuan Mengingatkan Foto Ikonik Masa Kecil
Pelukan di final Piala Dunia 2026 juga mengingatkan publik pada foto legendaris yang sempat viral menjelang pertandingan.
Dalam foto tersebut, Lionel Messi yang saat itu masih berusia 20 tahun terlihat memandikan Lamine Yamal yang baru berusia lima bulan dalam sesi pemotretan kalender UNICEF bersama Barcelona.
Bertahun-tahun kemudian, keduanya bertemu kembali di panggung terbesar sepak bola dunia sebagai lawan di partai final.
Lionel Messi juga kembali memberikan apresiasi terhadap perkembangan luar biasa Lamine Yamal. Pemain muda yang kini mengenakan nomor punggung 10 Barcelona itu dinilai memiliki masa depan yang sangat cerah.
Dia pemain yang luar biasa, bintang dunia. Dia berusia 19 tahun dan memiliki seluruh kariernya di masa depan,”
kata Lionel Messi.
Momen pelukan antara Lionel Messi dan Lamine Yamal tidak hanya menjadi penutup final Piala Dunia 2026, tetapi juga dianggap sebagai simbol pergantian generasi dalam sepak bola dunia.
Di satu sisi, Messi tetap menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah. Di sisi lain, Lamine Yamal berhasil mengukuhkan dirinya sebagai bintang baru setelah membawa Spanyol kembali menjadi juara dunia dan menerima pesan berharga langsung dari sosok yang selama ini ia kagumi.



















