Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Olahraga

Blatter Murka ke FIFA Era Infantino: Piala Dunia Itu Warisan, Bukan Aset Komersial!

FIFA era Gianni Infantino punya ide ingin menjual sebagian saham perusahaan pengelola kompetisi kepada investor swasta.

Presiden FIFA, Gianni Infantiino
Presiden FIFA, Gianni Infantiino (Foto: Instagram Gianni Infantino)

Eks Presiden FIFA Sepp Blatter melontarkan kritik tajam terhadap rencana FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino yang ingin menjual sebagian saham perusahaan pengelola kompetisi kepada investor swasta.

Menurut Blatter, langkah itu tidak sejalan dengan nilai dan sejarah yang melekat pada ajang Piala Dunia. Blatter menilai Piala Dunia bukan sekadar aset bisnis, melainkan simbol penting dalam perkembangan sepak bola dunia yang harus dijaga keberadaannya.

Dalam pandangannya, Piala Dunia punya nilai historis yang jauh lebih besar dibandingkan kepentingan komersial. Karena itu, Blatter menolak anggapan bahwa turnamen paling bergengsi di dunia tersebut dapat diperlakukan layaknya aset perusahaan yang bisa diperjualbelikan kepada investor.

Iklan

Piala Dunia bukanlah aset komersial yang hanya dimiliki oleh jajaran eksekutif. Itu (Piala Dunia) adalah bagian dari warisan sepak bola dunia,”

kata Blatter, dikutip dari Reuters, Kamis, 30 Juli 2026.

Berperan sebagai Penjaga

Blatter mengatakan FIFA semestinya menjalankan fungsi sebagai penjaga warisan sepak bola dunia. Bukan sebagai pihak yang memiliki kewenangan penuh untuk menentukan nasib Piala Dunia demi kepentingan bisnis.

Ia menilai organisasi tersebut punya tanggung jawab menjaga nilai dan integritas turnamen, bukan mengomersialkannya melalui penjualan saham.

FIFA adalah penjaga Piala Dunia, bukan pemiliknya,”

ujar Blatter.

Blatter merupakan salah satu Presiden FIFA dengan masa jabatan terpanjang. Pria asal Swiss itu memimpin organisasi sepak bola dunia tersebut sejak 1998 hingga 2015.

Selama kepemimpinannya, FIFA mengalami berbagai perubahan besar, termasuk dalam penyelenggaraan Piala Dunia dan pengembangan sepak bola di berbagai negara.

Pandangan Blatter kini jadi sorotan karena muncul di tengah rencana besar FIFA membentuk perusahaan baru yang akan mengelola aspek komersial berbagai kompetisi internasional.

Di sisi lain, FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino masih terus menggalang dukungan dari seluruh asosiasi anggota terkait rencana penjualan saham melalui pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE).

Organisasi itu menawarkan potensi pendanaan hingga sekitar Rp723 miliar kepada setiap anggota yang mendukung proposal tersebut apabila rencana berhasil direalisasikan.

FIFA juga menetapkan batas waktu hingga 19 September 2026 bagi seluruh negara anggota untuk memberikan keputusan mengenai proposal tersebut.

Rencana penjualan saham FIFA masih jadi topik hangat di dunia sepak bola internasional. Pendukung kebijakan tersebut menilai langkah ini bisa perkuat sumber pendanaan untuk pengembangan sepak bola global.

Namun, kritik juga terus bermunculan karena banyak pihak menilai Piala Dunia punya nilai historis dan simbolis yang tidak semestinya dikaitkan dengan kepentingan investasi swasta.

Perdebatan mengenai masa depan pengelolaan kompetisi paling bergengsi di dunia itu diperkirakan akan terus berlanjut hingga FIFA mengambil keputusan final bersama para anggotanya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.