Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong mengungkapkan para pemain asing anyar Macan Kemayoran masih dalam tahap penyesuaian.
Menurutnya, proses membangun chemistry antarpemain jadi faktor utama yang membuat performa mereka belum mencapai level terbaik.
Persija mendatangkan sejumlah wajah baru untuk memperkuat skuad menghadapi musim 2026-2027. Meski kualitas individu para pemain tidak diragukan, kekompakan di atas lapangan dinilai masih membutuhkan waktu.
Menghadapi kompetisi musim 2026-2027, Persija melakukan perubahan besar di sektor pemain asing. Macan Kemayoran merekrut lima nama baru yakni Stjepan Loncar, Karim Memija, Kwon Chang-hoon, Denis Kolinger, dan Radovan Pankov.
Kelima pemain itu telah memperoleh kesempatan tampil pada ajang Piala Presiden 2026. Salah satunya tampil saat menghadapi Persebaya Surabaya dan Port FC di fase Grup B. Turnamen pramusim itu menjadi bagian dari proses adaptasi mereka bersama tim.
Chemistry Belum Terbentuk
Shin Tae-yong menjelaskan bahwa waktu persiapan yang terbatas membuat para pemain asing belum memiliki kerja sama yang solid dengan rekan-rekan setimnya.
Karena itu, ia menilai pertandingan pramusim jadi sarana penting untuk mempercepat proses adaptasi dan membangun kekompakan di dalam tim.
Untuk para pemain asing, mereka memang belum banyak berlatih bersama sehingga chemistry antarpemain belum terbentuk dengan baik,”
kata Shin, dalam keterangannya, Jumat, 31 Juli 2026.
Namun, ia menekankan pertandingan di Piala Presiden justru baik untuk jadi bagian dari proses membangun chemistry tersebut.
Jadi, prosesnya bukan hanya melalui latihan, tetapi juga saat bertanding,”
lanjut pelatih 57 tahun itu.
Pelatih asal Korea Selatan itu memahami bahwa membentuk tim yang kompak membutuhkan Waktu. Hal itu terutama karena sebagian besar pemain asing baru bergabung beberapa pekan sebelum Piala Presiden 2026 dimulai.
Shin minta semua pihak beri waktu kepada para pemain agar bisa beradaptasi dengan sistem permainan serta karakter rekan setimnya.
Ia optimistis kualitas para legiun asing akan semakin terlihat seiring bertambahnya intensitas latihan dan jumlah pertandingan yang dijalani bersama.
Memang ini proses yang tidak mudah, tetapi para pemain sudah berusaha melakukannya sebaik mungkin,”
ujar Shin.
Selain memburu hasil positif, Persija juga memanfaatkan Piala Presiden 2026 sebagai ajang untuk mempersiapkan tim menghadapi Super League 2026-2027.
Shin ingin turnamen pramusim tersebut jadi momentum untuk menemukan komposisi terbaik. Selain itu, bisa percepat proses adaptasi seluruh pemain baru, termasuk lima legiun asing yang baru bergabung.
Di sisi lain, Persija juga masih berjuang jaga peluang lolos ke babak semifinal Piala Presiden 2026. Hasil di sisa pertandingan akan jadi penentu langkah Macan Kemayoran sekaligus sebagai evaluasi penting sebelum memasuki kompetisi resmi musim baru.
























