FIFA akhirnya membatalkan rencana kontroversial untuk membuka sebagian kepemilikan bisnis komersialnya kepada investor swasta.
Keputusan itu diambil setelah proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) memicu penolakan dan perdebatan keras dari berbagai pihak di dunia sepak bola.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengumumkan pembatalan rencana tersebut pada Jumat, 31 Juli 2026. Ia mengatakan keputusan diambil setelah FIFA mendengarkan berbagai pandangan yang muncul dari anggota dan pemangku kepentingan sepak bola.
Setelah mendengarkan dengan saksama berbagai pandangan, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menimbulkan perpecahan. Karena itu, proposal ini tidak akan dilanjutkan,”
kata Infantino dikutip dari Reuters, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Infantino mengatakan persatuan menjadi pertimbangan utama FIFA dalam mengambil keputusan tersebut. Menurut dia, tujuan organisasi tetap berfokus pada pengembangan sepak bola di seluruh dunia.
Sebelumnya, FIFA berencana membentuk FFE, sebuah entitas yang akan mengonsolidasikan aktivitas komersial dan penyelenggaraan acara FIFA. Di dalam rancangan tersebut, FIFA tetap mempertahankan kendali, sementara investor eksternal ditawarkan kepemilikan minoritas hingga 20 persen.
Entitas baru itu diperkirakan memiliki valuasi sekitar 20 miliar dolar AS. FIFA sebelumnya menargetkan penghimpunan dana hingga 4,2 miliar dolar AS melalui masuknya investor swasta.
Dana tersebut dirancang untuk memperbesar pendanaan program pengembangan sepak bola bagi 211 asosiasi anggota FIFA.
Rencana tersebut menuai reaksi keras karena sejumlah konfederasi sepak bola mempertanyakan proses penyusunannya. UEFA jadi salah satu pihak yang paling vokal menentang proposal tersebut.
UEFA menilai pengelolaan kepentingan komersial sepak bola tidak semestinya dibuka kepada investor swasta.
UEFA bahkan sempat membahas kemungkinan mengambil langkah lebih keras apabila rencana tersebut tetap dilanjutkan. Sementara itu, AFC dan Concacaf juga menyuarakan kekhawatiran mengenai proses konsultasi dan tata kelola dalam penyusunan proposal FFE.
FIFA sebelumnya menjelaskan bahwa FFE ditujukan untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam menghasilkan pendapatan dan pada saat yang sama memperbesar dana yang dapat disalurkan kepada asosiasi anggota melalui program pengembangan.
Dalam proposal awal, FIFA menyebut program tersebut berpotensi membuka pendanaan lebih dari 10 miliar dolar AS untuk pengembangan sepak bola. FIFA juga menegaskan bahwa kendali atas tata kelola sepak bola, kompetisi, kalender pertandingan, serta keputusan olahraga tetap berada di tangan FIFA.
Namun, kekhawatiran mengenai potensi masuknya kepentingan bisnis ke dalam pengelolaan sepak bola menjadi salah satu alasan utama kontroversi. Kritik muncul karena investor yang menanamkan modal tentu akan memiliki kepentingan terhadap pertumbuhan nilai komersial investasi mereka.
Di tengah polemik tersebut, muncul pula kritik dari internal FIFA. Penasihat senior Infantino, Carlos Cordeiro, mengundurkan diri dan menyebut proposal itu sebagai kesepakatan buruk bagi sepak bola.
Chief Operating Officer (COO) FIFA Kevin Lamour juga dilaporkan mengkritik proses penyusunan proposal tersebut. Polemik internal itu semakin memperbesar tekanan terhadap rencana yang baru saja diumumkan FIFA.
Dengan pembatalan ini, FIFA mengakhiri rencana untuk menghadirkan investor swasta dalam struktur komersial FFE sebelum proposal tersebut memasuki tahap implementasi.
Namun, polemik tersebut berpotensi meninggalkan dampak politik bagi Infantino. Pembatalan rencana terjadi menjelang pemilihan presiden FIFA pada 2027 dan setelah proposal FFE memunculkan perbedaan pandangan di antara sejumlah anggota serta konfederasi.
Meski demikian, pembatalan proposal tak otomatis berarti masa depan kepemimpinan Infantino telah berubah. Untuk saat ini, keputusan FIFA lebih menunjukkan upaya meredakan konflik internal dan menjaga persatuan organisasi setelah rencana tersebut mendapat penolakan luas.























