Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memasang target tinggi untuk Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Ia berharap skuad Garuda mampu keluar sebagai juara dalam turnamen yang berlangsung di Indonesia.

FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan digelar pada 24 September hingga 5 Oktober 2026. Target tersebut disampaikan Erick Thohir saat menghadiri peluncuran FIFA ASEAN Cup 2026 di SCTV Tower, Senin, 14 September 2026.

Erick menilai Timnas Indonesia memiliki kesempatan besar untuk meraih prestasi di hadapan publik sendiri. Saat ini, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, disebut tengah mempersiapkan skuad Garuda untuk menghadapi persaingan di turnamen tersebut.

Di lain pihak, tentu nanti Coach John akan menjelaskan mengenai Tim Nasional. Ekspektasi masyarakat, termasuk saya, tentu ingin Tim Nasional menjadi juara,”

kata Erick Thohir di SCTV Tower, Senin 14 September 2026.

Meski punya target juara, Erick minta Timnas Indonesia tetap realistis. Ia menyadari sejumlah negara Asia Tenggara juga melakukan persiapan serius untuk menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026.

Persaingan Negara ASEAN

Menurut Erick, Indonesia tak bisa menganggap persaingan di FIFA ASEAN Cup 2026 akan mudah. Sejumlah negara seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand telah melakukan berbagai persiapan untuk meningkatkan kekuatan skuad masing-masing.

Ini merupakan kesempatan yang sangat baik. Tetapi, kita juga tidak boleh menutup mata bahwa banyak tim dari Asia Tenggara yang mempersiapkan timnya dengan sangat serius,”

ujar Erick.

Persaingan semakin menarik karena beberapa negara peserta memperkuat tim melalui kebijakan naturalisasi pemain.

Vietnam jadi salah satu negara yang mendapat perhatian Erick Thohir. Menurutnya, The Golden Star Warriors cukup aktif mendatangkan pemain melalui proses naturalisasi.

Kita bisa melihat Vietnam, misalnya. Mereka sudah mulai menaturalisasi lebih dari tiga pemain dan kemarin kembali menambah pemain. Setelah tiga pemain dari Brasil, mereka juga menambah pemain dari Afrika,”

ujar Erick.

Erick menjelaskan bahwa proses naturalisasi pemain tersebut diperbolehkan dalam regulasi FIFA selama memenuhi persyaratan yang berlaku.

Hal tersebut memang diperbolehkan dalam aturan FIFA, baik bagi individu yang sudah bermain selama lima tahun di liga negara tersebut maupun berdasarkan garis keturunan hingga nenek dan kakek,”

tuturnya.

Dengan turnamen yang digelar di kandang sendiri, Timnas Indonesia memiliki keuntungan berupa dukungan publik. Namun, Erick Thohir menyadari status tuan rumah tidak otomatis membuat perjuangan skuad Garuda menjadi mudah.

Target juara telah dipasang. Kini, John Herdman dan para pemain Timnas Indonesia dituntut mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk hadapi negara-negara ASEAN yang juga datang dengan ambisi besar.

FIFA ASEAN Cup 2026 pun akan menjadi panggung penting bagi Timnas Indonesia untuk membuktikan kualitas sekaligus mengejar trofi di hadapan pendukung sendiri.