Indonesia kembali membawa kabar baik di ajang internasional. Atlet panjat tebing, Raharjati Nursamsa dan Raji’ah Sallsabillah, berhasil meraih medali emas pada nomor mixed speed relay (estafet campuran) pada gelaran World Climbing Series Guiyang di China, Sabtu, 12 September 2026.

Pada nomor speed relay campuran, Indonesia menurunkan dua pasangan. Tim Indonesia 1 diisi Raharjati Nursamsa dan Raji’ah Sallsabillah, sementara Tim Indonesia 2 diperkuat Antasyafi Robby Al Hilmi dan Kadek Adi Asih. Namun langkah Tim Indonesia 2 harus terhenti di babak perempat final.

Pada partai final untuk merebut medali emas duet campuran, Raharjati Nursamsa dan Raji’ah Sallsabillah berhasil mengalahkan Atlet tuan rumah, Mengli Zhang dan Ziyu Zhou dengan selisih 3 detik.

Raji’ah merupakan atlet kelahiran 1999 yang beberapa kali tampil di kancah internasional seperti Olimpiade Paris 2024. Sementara Raharjati merupakan atlet kelahiran 2001 dan merupakan salah satu atlet speed climbing putra Indonesia dan pernah menjadi juara satu di Kejurnas 2025.

Dengan pencapaian tersebut, Raji’ah memperoleh Medali emas pertamanya di ajang Internasional. Ia mengungkapkan, sangat senang berada di peringkat pertama dan berhasil mengharumkan nama bangsa.

Saya sangat senang bisa podium satu. Pada seri Krakow, saya juga berpasangan dengan Raharjati dan kami tidak podium. Saya hanya berusaha agar lebih baik dan sekarang bisa podium satu,”

ujarnya.