Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga padel mulai mencuri perhatian masyarakat Indonesia. Perpaduan unsur tenis dan squash ini memiliki ciri khas berupa lapangan yang dikelilingi dinding kaca, sehingga bola dapat memantul dan tetap dimainkan di dalam area lapangan.
Belakangan ini lapangan padel terus bermunculan diberbagai wilayah. Meski demikian, hal itu tak lantas menggerus eksistensi olahraga yang mirip dengan padel, badminton. Bahkan masih banyak masyarakat yang lebih memilih bermain dan olahraga badminton dibandingkan padel.
Berikut beberapa faktor mengapa badminton masih dipertimbangkan untuk berolahraga dibanding padel.
Lebih terjangkau
Banyak masyarakat mempertimbangkan bermain padel karena biayanya tergolong tinggi. Salah satunya biaya sewa lapangan. Dilansir dari traveloka.com, Kamis, 17 September 2026, harga sewa lapangan padel pada siang hari saat weekday, tarif berkisar Rp150.000 – Rp350.000 per jam.
Sementara sore atau malam hari saat weekday, biaya sewa berkisar Rp200.000 – Rp450.000 per jam. Sedangkan di akhir pekan, tarif sewanya sekitar Rp300.000 – Rp600.000 per jam, bahkan di kota besar seperti Jakarta bisa mencapai Rp400.000 hingga Rp800.000 per jam atau Rp800.000 – Rp1,1 juta untuk durasi 2 jam.
Sementara harga sewa lapangan badminton per jam saat weekday hanya sekitar Rp40.000 – Rp100.000. Saat akhir pekan di sore atau malam, hanya sekitar Rp60.000 – Rp150.000 per jam.
Demikian juga perbandingan harga raket dan peralatan lainnya, dilansir dari decathlon.id, Kamis, 17 September 2026, badminton harganya cenderung lebih murah dan bervariatif tergantung kualitas yang diinginkan. Harga raket badminton untuk pemula hanya dikisaran Rp150.000 – Rp500.000. Menengah/standar turnamen sekitar Rp500.000 – Rp2.000.000. Sementara untuk profesional/Top Tier dikisaran Rp2.000.000 – Rp4.000.000.
Sementara raket padel, untuk pemula dikisaran Rp500.000 – Rp1.000.000. Menengah dikisaran Rp1.500.000 – Rp3.500.000. Sementara untuk profesional/high-end: Rp4.000.000 – Rp9.000.000.
Badminton lebih lama
Kemunculan padel di Indonesia terhitung masih sangat baru. Badminton memiliki keunggulan dari sisi kebiasaan masyarakat. Olahraga ini sudah lama dikenal dan dimainkan di berbagai kalangan, mulai dari lingkungan sekolah, kampus, perumahan hingga komunitas yang solid. Infrastruktur dan komunitas badminton juga sudah tersebar luas, sehingga masyarakat tidak perlu beradaptasi dengan olahraga maupun lingkungan bermain yang baru
Padel bagian dari gaya hidup
Popularitas padel tidak hanya didorong oleh aspek olahraganya, tetapi juga karena berkembang sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Lapangan padel kerap hadir dengan konsep yang modern dan Instagramable, sementara aktivitas bermainnya juga menjadi ruang untuk bersosialisasi, bertemu teman, hingga membangun komunitas.






