Pelatih FC Seoul, Kim Ki Dong mengaku kecewa setelah timnya gagal meraih kemenangan ketika menjamu Persib Bandung dalam pertandingan AFC Champions League Two di Stadion Piala Dunia Seoul, Rabu, 16 September 2026.

FC Seoul harus mengakui keunggulan Persib dengan skor 0-1 pada pertandingan di Seoul World Cup Stadium. Hasil itu tidak lepas dari keputusan Kim Ki Dong melakukan rotasi besar-besaran.

Meski saya merotasi pemain, sebenarnya saya ingin menang karena ini adalah pertandingan kandang dan pertandingan pertama di ACL 2 musim ini, jadi ini mengecewakan,”

kata Ki Dong dikutip dari Nate, Kamis, 17 September 2026.

Padatnya jadwal kompetisi membuat pelatih FC Seoul memilih memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain muda. Bahkan, delapan pemain yang belum pernah tampil pada musim ini dipercaya bermain menghadapi Persib.

Kim Ki Dong menjelaskan keputusan rotasi tetap diambil meskipun dirinya sebenarnya menginginkan kemenangan. Status FC Seoul sebagai tuan rumah sekaligus laga perdana di ACL 2 membuat hasil pertandingan tersebut terasa semakin mengecewakan bagi sang pelatih.

Meski saya merotasi pemain, sebenarnya saya ingin menang karena ini adalah pertandingan kandang dan pertandingan pertama di ACL 2 musim ini. Jadi, ini mengecewakan,”

jelas Ki Dong.

Ia juga menyinggung penampilan delapan pemain yang menjalani debut pada pertandingan tersebut. FC Seoul awalnya berusaha menjaga skor pada babak pertama sebelum mencari peluang untuk bangkit setelah turun minum.

Soal delapan pemain yang menjalani debut. Kami berupaya tidak kebobolan di babak pertama dan kemudian berusaha bangkit pada babak kedua, tetapi kebobolan pada menit awal membuat pemain kesulitan,”

ujar Ki Dong.

Jarang Berlatih Bersama

Kim Ki Dong juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi para pemain muda FC Seoul. Sebagian besar dari mereka belum sering jalani latihan bersama tim utama di bawah arahannya.

Meski begitu, Ki Dong berharap kekalahan dari Persib tak membuat para pemain muda tersebut kehilangan motivasi.

Sejujurnya para pemain muda ini jarang berlatih bersama saya. Pemain-pemain dari tim muda harus jadi tulang punggung Seoul. Mereka adalah pemain-pemain terbaik di SMA Osan. Tapi ini baru awal,”

ujar Ki Dong.

Para pemain muda itu dinilai masih punya perjalanan panjang untuk membuktikan kemampuan di level profesional.

Mereka harus berusaha di level profesional. Dan, kompetisi baru mulai. Kalau mereka tidak bisa bertahan, mereka harus meninggalkan tim. Mereka harus kerja keras demi tim dan mereka sendiri,”

tutur Ki Dong.

Fokus ke Liga Korea

Kekalahan dari Persib membuat FC Seoul harus kembali mengalihkan perhatian ke kompetisi domestik. FC Seoul saat ini berada di posisi pertama klasemen Liga Korea dan akan menghadapi klub legendaris Pohang Steelers pada akhir pekan mendatang.

Dengan jadwal yang padat, Kim Ki Dong mengakui fokus terhadap kompetisi domestik dapat memengaruhi kiprah FC Seoul di ACL 2.

Kami akan fokus pada liga. Garis besar soal kejuaraan mungkin baru akan jelas setelah Oktober. Saya khawatir kami mungkin akan gagal ke babak 16 besar kalau kami mengamankan gelar juara sebelum masuk ke ACL 2,”

ujar Ki Dong.

Kim Ki Dong juga menyayangkan keputusan melakukan rotasi besar dalam pertandingan ACL 2. Menurutnya, FC Seoul tetap perlu berusaha mendapatkan hasil positif dengan komposisi pemain yang tersedia.

Sangat disayangkan merotasi tim dalam ajang ACL 2. Saya yakin Seoul harus secara konsisten berusaha mencapai hasil yang baik dengan tim yang ada. Saya pikir masih terlalu dini untuk membahas tujuan di ACL 2,”

ujarnya.

Kekalahan dari Persib menjadi pelajaran bagi FC Seoul untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya, terutama ketika harus membagi fokus antara kompetisi domestik dan ACL 2.