Olahraga teqball sedang ramai dibicarakan banyak warganet karena wakil dari Indonesia, berhasil menorehkan medali perak untuk debutan cabang olahraga tersebut di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang.
Dilansir dari fiteq.org, Senin, 21 September 2026, teqball pertama kali diciptakan di Hungaria pada tahun 2012 oleh tiga orang penggemar sepak bola, Gabor Borsanyi, Gyorgy Gattyan dan Viktor Huszar, dengan kebiasaan mereka bermain Sepak bola diatas meja tenis meja.
Olahraga ini hanya dapat dimainkan sesuai dengan aturan bermain dan meja yang memenuhi syarat, yang diterapkan oleh Federasi Teqball International (FITEQ)
Aturan Bermain
Teqball hanya bisa dimainkan diatas meja lengkung yang disebut meja teq dan menggunakan bola yang seukuran dengan Sepak bola. Olahraga ini boleh menggunakan anggota tubuh manapun, kecuali tangan atau lengan.
Para pemain dilarang menyentuh meja selama permainan. Dapat dimainkan secara tunggal, satu lawan satu ataupun ganda 4 pemain. Permainan terdiri dari 3 babak, yang dapat diselesaikan dengan cara salah satu pemain mendapatkan 12 poin pertama.
Setiap pemain atau tim, memiliki dua kesempatan untuk menyelesaikan servis dengan sukses. Setiap 4 poin, pemain baru boleh bergantian melakukan servis. Dilarang menyentuh dan mengembalikan bola bagian tubuh yang sama dua kali berturut-turut.
Setelah melakukan servis, pemain dapat mengembalikan bola dengan maksimal 3 sentuhan. Jika bermain ganda, setiap pemain minimal harus mengoper ke rekannya sebanyak sentuhan
Ukuran Lapangan dan Meja
Ukuran lapangan secara resmi Adalah dengan lebar 12 meter, panjang 16 meter, serta tinggi 7 meter. Sedangkan untuk meja teq harus berbentuk lengkung dengan Panjang 3 meter dan lebar 1,7 meter.






