Hasil imbang tanpa gol saat menghadapi Malaysia pada pertandingan kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 membuat pelatih Timnas Indonesia John Herdman jadi sorotan.

Skor kacamata membuat Herdman, mulai dibandingkan dengan pendahulunya, Shin Tae-yong alias STY. Perbandingan tersebut muncul karena Timnas Indonesia pernah meraih kemenangan telak atas Malaysia ketika masih ditangani STY di Piala AFF 2021.

Di laga itu, skuad Garuda berhasil mengalahkan Malaysia dengan skor 4-1. Menariknya, saat itu komposisi pemain Timnas Indonesia belum sepenuhnya dihuni pemain naturalisasi.

Situasinya berbeda ketika John Herdman memimpin Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Pelatih asal Inggris tersebut memiliki skuad yang lebih komplet dengan sejumlah pemain naturalisasi.

Namun, tambahan kualitas pemain tersebut belum mampu mengantarkan Timnas Indonesia meraih kemenangan atas Malaysia.

Pengamat sepak bola nasional, Abdul Haris alias Bung Ais menilai perbandingan antara John Herdman dan STY cukup wajar melihat performa Timnas Indonesia dalam dua pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026.

Dia menyampaikan dengan materi pemain yang dimiliki saat ini, Herdman seharusnya bisa memberikan permainan yang lebih baik.

Satu sisi wajar, karena dengan skuad yang tak selengkap sekarang, STY bisa kalahkan tim-tim kuat macam China, Bahrain, Saudi,”

kata Abdul Haris saat dihubungi Owrite, Rabu, 30 September 2026.

Bung Ais menilai permainan Timnas Indonesia di bawah John Herdman masih terlihat monoton. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan munculnya perbandingan dengan era STY.

Meski memahami alasan suporter meneriakkan nama STY, ia menilai tindakan tersebut kurang tepat dilakukan setelah pertandingan.

Menurutnya, situasi tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi psikologis pemain dan suasana internal Timnas Indonesia.

Dan, ini bisa membuat kondisi tim di lapangan atau di ruang ganti bisa berubah,”

lanjutnya.

Bisa Dievaluasi

Pun, ia menyinggung masa depan John Herdman jika Timnas Indonesia gagal memenuhi target di FIFA ASEAN Cup 2026.

Menurutnya, kegagalan itu bisa jadi dasar untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja pelatih asal Inggris tersebut.

Bung Ais menilai posisi John Herdman bisa saja dipertimbangkan kembali apabila hasil yang didapat tidak sesuai dengan ekspektasi.

Kalau gagal juara di FIFA ASEAN kali ini menurut saya John Herdman out. Tidak peduli peduli alasan dia belum lama pegang tim,”

jelas Bung Ais.

Dia tak peduli dengan alasan yang muncul seperti mepet jelang Piala Asia 2027.

Gak peduli juga waktunya mepet ke Piala Asia. Karena lawan tim ASEAN aja nyaris kalah, apalagi lawan Jepang nanti,”

ujar Bung Ais.

Ia kemudian membandingkan situasi tersebut dengan kondisi apabila Timnas Indonesia sebenarnya tampil bagus sepanjang turnamen. Namun, gagal jadi juara karena faktor hasil di partai final.

Sekarang, apalagi alasannya? Skuad mewah, main di kandang, lawan cuma tim ASEAN terus susah payah, itu sih kelewatan. Artinya, John Herdman memang bukan pelatih yang istimewa,”

tuturnya.