Atlet pickleball Indonesia, Angie Bong, tengah menjadi sorotan setelah mengungkap minimnya sponsor lokal yang mendukung perjalanan karirnya di ajang internasional.

Lewat akun Threads @angiebong21, Angie mengaku telah mengumpulkan 60 medali dalam kurun waktu satu tahun di berbagai pertandingan pickleball.

Namun, ia menyebut seluruh sponsor yang mendukung perjalanan profesionalnya justru berasal dari perusahaan asing.

Dari semua sponsor yang masuk ke gue, semua dari perusahaan asing! Sedangkan dari Indonesia nol besar!! Padahal gua bawa Indonesia jadi wakil di kejuaraan pickleball sedunia,”

tulis Angie, dikutip Jumat, 2 Oktober 2026.

Angie bahkan mengaku pernah menggunakan bendera Vietnam dan Kanada saat bertanding di kompetisi internasional, karena dukungan sponsor yang diterimanya berasal dari negara tersebut.

Kondisi itu membuatnya kecewa, karena di tengah prestasinya membawa nama Indonesia dukungan dari perusahaan dalam negeri justru disebut belum datang.

Ia kemudian berharap semakin banyak sponsor lokal yang mau mendukung atlet Indonesia. Terlebih, Angie menyebut pickleball akan menjadi salah satu cabang olahraga resmi PON 2028.

Pilihan EditorAni Ratnasari

Viral! Rambut Gelandang Anguilla Bikin 2 Lawan Kena Kartu Merah

Angie juga mengungkap sejumlah perusahaan dari China, Singapura dan Malaysia justru banyak membantu perjalanan kariernya sebagai atlet profesional.

Curhatan Angie kemudian memancing banyak netizen untuk membagikan pengalaman mereka maupun orang-orang terdekat yang pernah menjadi atlet.

Salah satunya akun @briggi.ta yang mengaku pernah memiliki dua saudara yang menjadi atlet sepatu roda.

Dulu kami bertiga (saya, adek, kakak) atlet sepatu roda kak. Lomba di beberapa kota di Indonesia biaya sendiri,”

tulisnya.

Ia juga mengklaim adiknya pernah mengikuti pelatnas, tetapi keluarganya kecewa dengan persoalan pengelolaan uang atlet.

Sementara itu, @om_antoppiliang menyoroti perjuangan Angie yang tetap membawa nama Indonesia meski merasa kurang mendapatkan dukungan.

Meski gak kenal kakak, saya ucapkan terima kasih tetap bawa nama ‘Indonesia’ meski gak dihargai oleh bangsanya sendiri,”

tulisnya.

Pengalaman serupa juga disampaikan @rizkiidris yang mengaku memiliki teman atlet Kurash berprestasi hingga tingkat dunia.

Menurutnya, sang teman pernah meminta dukungan kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.

Temen saya juara dunia Kurash, minta sponsor ke pemda, pemprov, sama pusat, cuma diajak foto doang sama salaman,”

tulisnya.

Cerita lain datang dari @mik_yusak yang mengaku memiliki teman atlet bela diri. Ia menyebut atlet tersebut pernah mengalami kondisi sulit memenuhi kebutuhan nutrisi selama menjalani pelatihan daerah.

Selama pelatda tidak ada support dari daerah, jadi untuk bertahan hidup ya makan indomie, gak mikirin protein intake,”

tulisnya.

Curhatan Angie Bong pun akhirnya bukan hanya membuka cerita soal perjalanan seorang atlet pickleball, tetapi ikut memantik perbincangan mengenai dukungan terhadap atlet dari cabang olahraga yang belum terlalu populer di Indonesia.