Kontingen Indonesia menutup perjalanan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan hasil yang melampaui target awal. Merah Putih berhasil mengoleksi lima medali emas, lebih banyak satu keping dari target empat emas yang ditetapkan sebelum bertolak ke Jepang.
Secara keseluruhan, Indonesia membawa pulang 39 medali dari Asian Games 2026. Rinciannya terdiri dari lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu.
Saya ingin memberikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh atlet yang sudah berjuang membawa nama Indonesia dan berhasil membawa pulang medali,”
kata Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dalam keterangannya, Minggu 4 Oktober 2026.
Adapun lima medali emas Indonesia berasal dari cabang olahraga yang masuk dalam daftar 21 cabor unggulan. Bulu tangkis jadi penyumbang dua emas melalui nomor beregu putra serta pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Tiga emas lainnya diraih dari cabang berbeda. Rahmat Erwin Abdullah jadi juara dari angkat besi, Desak Made Rita Kusuma Dewi mempersembahkan emas lewat panjat tebing. Sementara, Nurisa Dian Ashrifah mencatat prestasi bersejarah melalui panahan.
Prestasi Nurisa memiliki nilai khusus bagi Indonesia. Medali emas yang diraihnya jadi emas pertama Indonesia dari cabang panahan sepanjang keikutsertaan di Asian Games.
Erick juga mengapresiasi pelatih, ofisial, federasi cabang olahraga, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), serta Chef de Mission (CdM) yang mendampingi kontingen selama Asian Games 2026.
Kepada para pelatih, ofisial dan seluruh federasi yang menyiapkan tim dan memastikan proses pembinaan berjalan, juga kepada KOI dan seluruh jajaran CdM yang memastikan dukungan penuh agar kontingen bisa fokus bertanding, saya ucapkan terima kasih,”
tutur Erick.

Target yang Terukur
Menurut Erick, keberhasilan Indonesia melewati target empat emas menunjukkan bahwa sasaran prestasi harus disusun berdasarkan pemetaan yang matang.
Ia menilai penentuan target tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan perkiraan. Potensi cabang olahraga, kualitas atlet, performa, hingga kesiapan menjelang kompetisi harus menjadi pertimbangan utama.
Kita datang dengan target empat emas, dan Alhamdulillah kita pulang dengan lima emas. Ini menunjukkan bahwa target yang kita tetapkan harus lahir dari pemetaan yang benar,”
kata eks Menteri BUMN itu.
Pendekatan itu dinilai penting untuk menentukan prioritas pembinaan pada masa mendatang. Pemerintah diharapkan bisa mengarahkan sumber daya kepada cabang dan atlet yang memiliki peluang prestasi paling besar.
Kita harus semakin teliti menentukan siapa yang berangkat, di nomor apa kita bertanding, dan di mana peluang medalinya. Dengan begitu, target yang kita tetapkan juga terukur, persiapannya jelas, dan evaluasinya bisa dilakukan secara objektif,”
ujarnya.
Menuju Olimpiade 2028
Lima emas yang diraih Indonesia juga jadi perhatian karena seluruhnya berasal dari cabang olahraga yang termasuk dalam 21 cabor unggulan sekaligus dipertandingkan di Olimpiade.
Empat cabang tersebut adalah panahan, bulu tangkis, panjat tebing, dan angkat besi. Erick menilai hasil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 harus menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang, bukan sekadar pencapaian di level Asia.
Lima emas kita datang dari cabang-cabang yang juga dipertandingkan di Olimpiade. Ini penting. Artinya, kita punya fondasi yang harus terus kita jaga dan kembangkan,”
lanjut Erick.
Selain peraih emas, sejumlah cabang olahraga yang berhasil mencapai final dan membawa pulang medali perak juga dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan.
Voli pantai menjadi salah satu cabang yang mendapat perhatian setelah berhasil melaju hingga partai final dan menyumbangkan medali perak untuk Indonesia.
Erick menilai pencapaian tersebut seharusnya tidak dipandang sebagai kegagalan karena belum mendapatkan emas. Justru, keberhasilan mencapai final menunjukkan adanya potensi yang dapat dikembangkan lebih jauh.
Kita juga harus melihat cabang yang belum emas tetapi sudah mampu masuk final. Voli pantai salah satunya. Mereka sudah membuktikan bisa bersaing sampai pertandingan terakhir dan membawa pulang perak,”
ujar Erick.
Perolehan lima emas dan total 39 medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan olahraga.
Evaluasi tersebut diperlukan untuk menyusun strategi pembinaan yang lebih terarah menghadapi berbagai kompetisi internasional berikutnya. Fokus Indonesia selanjutnya akan diarahkan pada persiapan menuju SEA Games 2027 hingga Olimpiade 2028.






