Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengaku percaya penuh terhadap mentalitas anak asuhnya jelang pertandingan laga final FIFA ASEAN Cup 2026.
Duel antara Timnas Indonesia melawan Timnas Thailand akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB.
Saya telah menyampaikannya kepada para pemain, kita tidak boleh menggenggam kesempatan ini terlalu erat hingga lepas dari jemari kita,”
kata Herdman dalam sesi jumpa pers di SUGBK, Minggu 4 Oktober 2026 malam.
Adapun laga final vs Thailand jadi kesempatan bagi skuad Garuda untuk mengakhiri penantian panjang terhadap trofi di level senior. Indonesia terakhir kali meraih gelar senior pada SEA Games 1991.
Kondisi itu membuat harapan besar berada di pundak Kevin Diks dan kawan-kawan saat memasuki partai puncak.
Besarnya peluang untuk meraih gelar justru tak ingin dijadikan beban oleh John Herdman. Pelatih asal Inggris itu minta agar para pemain menikmati pertandingan. Namun, tetap mampu jaga konsentrasi dan keseimbangan mental.
Menurut Herdman, kesempatan besar harus dihadapi dengan sikap yang tepat. Para pemain tak boleh terlalu terobsesi mengejar hasil hingga kehilangan kendali atas permainan.
Atau terlalu longgar hingga lepas begitu saja. Kita hanya harus bertahan di momen ini dan menjaga keseimbangan dengan benar,”
ujar Herdman.
Modal Timnas Indonesia
Herdman menilai perjalanan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 sudah beri banyak pelajaran. Berbagai situasi yang dihadapi sepanjang turnamen dinilai membuat para pemain semakin matang dalam menghadapi tekanan.
Ia percaya pengalaman tersebut akan menjadi bekal penting ketika Skuad Garuda menghadapi Thailand dalam pertandingan dengan taruhan trofi.
Menurut Herdman, kekuatan mental Indonesia terlihat dari kemampuan tim untuk tetap bangkit ketika menghadapi kondisi sulit. Para pemain mungkin mengalami tekanan, tetapi mereka memiliki daya tahan untuk terus berjuang.
Saya pikir apa yang telah ditunjukkan oleh kelompok ini adalah mereka telah teruji. Dan, apa yang saya tahu dan bisa saya percayai adalah ketika momen-momen sulit datang, tim ini mungkin sedikit menekuk, tetapi tidak akan patah,”
kata Herdman.
Kunci di Laga Final
Bagi Herdman, pertandingan final tak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis maupun taktik. Cara pemain mengelola tekanan juga menjadi faktor yang sangat penting.
Ia menilai para pemain Indonesia punya kemampuan untuk mengontrol sikap dan menjaga tujuan yang ingin dicapai. Pun, saat menghadapi pertandingan sebesar final, kedua aspek tersebut harus tetap dipertahankan.
Itulah hal yang menggairahkan bagi saya sebagai pelatih, karena seperti yang saya katakan, sikap dapat kita kendalikan, dan niat dapat kita kendalikan. Dan, di momen-momen besar, mereka melakukan keduanya dan meraih hasil yang besar,”
tutur Herdman.
Keyakinan Herdman itu jadi modal psikologis bagi Skuad Garuda. Indonesia kini hanya membutuhkan satu kemenangan untuk mengubah perjalanan panjang menuju final menjadi sebuah pencapaian besar.
Timnas Indonesia memastikan tiket ke final setelah menjadi juara Grup A dengan mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan. Salah satu hasil paling mencolok diraih ketika Skuad Garuda mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2.
Thailand juga memastikan tiket ke partai puncak setelah menundukkan Vietnam 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Kini, seluruh perhatian tertuju pada duel Indonesia vs Thailand. Bagi Skuad Garuda, pertandingan iti bukan sekadar perebutan kemenangan, tetapi kesempatan untuk mengakhiri penantian panjang dan mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026.






