Persija Jakarta mengawali kompetisi Super League 2026/2027 dengan catatan impresif. Tiga laga sudah dimainkan Macan Kemayoran dan seluruhnya berakhir dengan kemenangan.

Namun, pencapaian itu belum membuat pelatih Persija Shin Tae-yong alias STY merasa puas.

Saya masih lapar,”

kata STY singkat saat ditanya soal penampilan impresif tim asuhannya di Persija Training Ground, Depok, Rabu 7 Oktober 2026.

Meski begitu, STY memastikan status favorit tak memberikan tekanan tambahan kepada timnya. Ia menegaskan Persija akan tetap menjalani pertandingan dengan pendekatan yang sama seperti biasanya.

Sama sekali tidak ada tekanan. Kami akan berusaha memberikan yang terbaik seperti yang biasa kami lakukan,”

lanjut eks pelatih Timnas Indonesia itu.

Persija mengawali perjalanan musim ini dengan kemenangan tipis 1-0 atas Borneo FC di kandang lawan. Hasil positif itu kemudian dilanjutkan saat Macan Kemayoran menghadapi Persib Bandung.

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Persija berhasil mengamankan kemenangan 2-1 atas rivalnya tersebut. Tren positif kemudian berlanjut pada pertandingan ketiga ketika Persija menaklukkan Java United dengan skor 1-0 di Bali.

Catatan sempurna Persija semakin menarik karena tiga kemenangan tersebut diraih atas tim-tim yang memiliki kualitas mumpuni. Borneo FC dan Persib Bandung merupakan dua tim yang menempati posisi teratas klasemen pada musim sebelumnya.

Sementara itu, Java United juga bukan lawan ecek-ecek. Klub itu di musim sebelumnya finis di peringkat kelima saat masih menggunakan nama Malut United.

Dengan mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan, Persija pun dapat modal berharga untuk melanjutkan perjalanan panjang di Super League 2026/2027.

Rentetan hasil positif tersebut juga diyakini bisa meningkatkan kepercayaan diri para pemain. Meski demikian, STY tak ingin anak asuhnya terlena dengan pencapaian awal tersebut.

STY menyampaikan tiga kemenangan beruntun belum membuatnya kehilangan ambisi untuk terus meraih hasil maksimal. Pelatih asal Korea Selatan itu memberikan jawaban singkat ketika ditanya mengenai berbagai pujian yang diterima Persija setelah mengawali musim dengan sempurna.

Adapun pernyataan STY soal masih lapar sebagai sinyal Persija tetap menjaga fokus. Baginya, sembilan poin yang sudah dikumpulkan belum cukup untuk membuat tim merasa aman karena kompetisi masih sangat panjang.

Persija Jakarta selanjutnya akan menghadapi PSIM Yogyakarta. Pertandingan tersebut menjadi tantangan berikutnya bagi Macan Kemayoran setelah jeda internasional.

PSIM sendiri belum berhasil meraih kemenangan dalam tiga pertandingan pertamanya musim ini. Kondisi tersebut membuat Persija berada dalam posisi yang lebih diunggulkan.

Meski begitu, STY memastikan status favorit tak memberikan tekanan tambahan kepada timnya. Ia menegaskan Persija akan tetap menjalani pertandingan dengan pendekatan yang sama seperti biasanya.

Jeda Internasional

Pertandingan PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta dijadwalkan berlangsung pada Sabtu 10 Oktober 2026. Duel ini jadi pertandingan comeback Macan Kemayoran setelah kompetisi terhenti sementara karena agenda internasional.

Jeda tersebut berlangsung setelah gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 rampung digelar. Persija turut menyumbangkan lima pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam turnamen tersebut.

Kini, STY harus memastikan para pemainnya kembali fokus sepenuhnya kepada klub. Setelah mengawali musim dengan tiga kemenangan beruntun, Persija tentu ingin mempertahankan momentum tersebut saat bertemu PSIM Yogyakarta.