Namun, langkah Vietnam terhenti setelah mereka gagal bersaing dengan Thailand. Kekalahan dari Malaysia kemudian memastikan Golden Star Warriors mengakhiri turnamen hanya di posisi keempat.
Vietnam Sangat Mengecewakan
Kim Sang-sik tidak menampik bahwa hasil yang diraih Vietnam jauh dari harapan. Terlebih lagi, timnya harus mengakhiri kiprah di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan dua kekalahan secara beruntun.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut mengakui posisi keempat bukanlah hasil yang diinginkan oleh tim maupun para pendukung Vietnam.
Turnamen ini adalah turnamen pertama bagi kami, dan kami finis di peringkat keempat. Atas hasil ini, sungguh sangat disayangkan dan mengecewakan bagi kami,”
kata Kim Sang-sik.
Kegagalan tersebut membuat Kim Sang-sik memilih bertanggung jawab penuh. Ia memahami bahwa para penggemar Vietnam tentu kecewa melihat perjalanan tim yang tak sesuai dengan ekspektasi.
Kim Sang-sik menyadari tekanan yang dirasakan suporter setelah Vietnam gagal mencapai target. Alih-alih menyalahkan pemain atau mencari alasan, sang pelatih justru menyatakan siap menanggung konsekuensi dari hasil tersebut.
Tentu penggemar kecewa dengan hasil ini. Dalam hal ini, segala tanggung jawab sepenuhnya adalah kesalahan saya selaku pelatih kepala, dan saya yang memikul tanggung jawab tersebut,”
ujar dia.
Pernyataan tersebut memperlihatkan sikap Kim Sang-sik setelah Vietnam gagal mempertahankan performa seperti ketika mereka meraih gelar Piala AFF 2026.
Penampilan Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026 memang tak semengesankan performa mereka saat menjadi juara Piala AFF 2026.
Dari seluruh pertandingan yang dimainkan, Vietnam hanya mampu mengamankan dua kemenangan. Kedua hasil positif itu diraih ketika menghadapi Filipina dan Pakistan.
Vietnam mengawali kiprah dengan kemenangan tipis 1-0 atas Filipina. Setelah itu, mereka harus bekerja keras saat berhadapan dengan Pakistan.
Sempat berada dalam posisi tertinggal, Vietnam akhirnya bangkit dan membalikkan keadaan. Mereka berhasil mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 4-2.
Namun, performa positif tersebut tidak mampu dipertahankan pada fase berikutnya. Vietnam yang gagal ke final, kembali mengalami kekalahan saat berhadapan dengan Malaysia dalam perebutan peringkat ketiga.
Setelah kegagalan di FIFA ASEAN Cup 2026, Kim Sang-sik tak ingin Vietnam terlalu lama larut dalam kekecewaan. Agenda besar berikutnya sudah menanti, yakni Piala Asia 2027.
Turnamen itu akan jadi tantangan yang lebih berat karena Vietnam harus menghadapi persaingan dengan tim-tim terbaik di level Asia. Kim pun berjanji akan melakukan persiapan yang lebih serius agar Vietnam dapat tampil lebih kompetitif.
Namun, di saat yang sama, menyongsong agenda turnamen Piala Asia tahun depan kami akan mempersiapkan diri dengan jauh lebih baik lagi,”
ujar Kim.
Kegagalan di FIFA ASEAN Cup 2026 akan dijadikan bahan evaluasi oleh tim pelatih Vietnam. Kim Sang-sik memastikan proses pembinaan pemain tetap berjalan untuk meningkatkan kualitas skuad.
Menurutnya, Vietnam harus belajar dari kesalahan yang terjadi selama turnamen agar dapat tampil lebih baik pada agenda berikutnya.
Kami akan terus bekerja sama dan membina para pemain, sehingga kami berharap dapat memberikan hasil yang lebih baik,”
tutur pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Kini, Kim Sang-sik memiliki pekerjaan besar untuk membenahi Vietnam sebelum tampil di Piala Asia 2027. Hasil buruk di FIFA ASEAN Cup 2026 jadi peringatan bahwa Golden Star Warriors masih memiliki banyak pekerjaan rumah jika ingin kembali bersaing di level tertinggi Asia.