Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Olahraga

Vietnam Hancur di FIFA ASEAN Cup 2026, Kim Sang-sik: Kesalahan Saya selaku Pelatih Kepala

Vietnam hancur lebur di FIFA ASEAN Cup 2026 karena hanya menempati posisi empat usai kalah dari Malaysia dengan skor 0-1.

Dua pesepak bola Tim Nasional Vietnam Nguyen Xuan Son (kiri) dan Nguyen Dinh Bac (kanan) berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Tim Nasional Filipina pada pertandingan Grup B FIFA ASEAN CUP 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Dua pesepak bola Tim Nasional Vietnam Nguyen Xuan Son (kiri) dan Nguyen Dinh Bac (kanan) berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Tim Nasional Filipina pada pertandingan Grup B FIFA ASEAN CUP 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Novrian Arbi

Pelatih Timnas Vietnam Kim Sang-sik tak mau mencari kambing hitam setelah timnya gagal memenuhi target di FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Golden Star Warriors harus puas menempati peringkat keempat setelah menelan kekalahan dari Malaysia.

Vietnam gagal mengamankan posisi ketiga setelah dikalahkan Malaysia dengan skor 0-1 dalam laga perebutan tempat ketiga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin 5 Oktober 2026.

Hasil tersebut jadi kekecewaan besar bagi Vietnam. Pasalnya, mereka datang ke turnamen dengan membawa status sebagai juara bertahan Piala AFF 2026 dan memiliki ambisi untuk juatra FIFA ASEAN Cup 2026.

Iklan

Namun, langkah Vietnam terhenti setelah mereka gagal bersaing dengan Thailand. Kekalahan dari Malaysia kemudian memastikan Golden Star Warriors mengakhiri turnamen hanya di posisi keempat.

Vietnam Sangat Mengecewakan

Kim Sang-sik tidak menampik bahwa hasil yang diraih Vietnam jauh dari harapan. Terlebih lagi, timnya harus mengakhiri kiprah di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan dua kekalahan secara beruntun.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut mengakui posisi keempat bukanlah hasil yang diinginkan oleh tim maupun para pendukung Vietnam.

Turnamen ini adalah turnamen pertama bagi kami, dan kami finis di peringkat keempat. Atas hasil ini, sungguh sangat disayangkan dan mengecewakan bagi kami,”

kata Kim Sang-sik.

Kegagalan tersebut membuat Kim Sang-sik memilih bertanggung jawab penuh. Ia memahami bahwa para penggemar Vietnam tentu kecewa melihat perjalanan tim yang tak sesuai dengan ekspektasi.

Kim Sang-sik menyadari tekanan yang dirasakan suporter setelah Vietnam gagal mencapai target. Alih-alih menyalahkan pemain atau mencari alasan, sang pelatih justru menyatakan siap menanggung konsekuensi dari hasil tersebut.

Tentu penggemar kecewa dengan hasil ini. Dalam hal ini, segala tanggung jawab sepenuhnya adalah kesalahan saya selaku pelatih kepala, dan saya yang memikul tanggung jawab tersebut,”

ujar dia.

Pernyataan tersebut memperlihatkan sikap Kim Sang-sik setelah Vietnam gagal mempertahankan performa seperti ketika mereka meraih gelar Piala AFF 2026.

Penampilan Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026 memang tak semengesankan performa mereka saat menjadi juara Piala AFF 2026.

Dari seluruh pertandingan yang dimainkan, Vietnam hanya mampu mengamankan dua kemenangan. Kedua hasil positif itu diraih ketika menghadapi Filipina dan Pakistan.

Vietnam mengawali kiprah dengan kemenangan tipis 1-0 atas Filipina. Setelah itu, mereka harus bekerja keras saat berhadapan dengan Pakistan.

Sempat berada dalam posisi tertinggal, Vietnam akhirnya bangkit dan membalikkan keadaan. Mereka berhasil mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 4-2.

Namun, performa positif tersebut tidak mampu dipertahankan pada fase berikutnya. Vietnam yang gagal ke final, kembali mengalami kekalahan saat berhadapan dengan Malaysia dalam perebutan peringkat ketiga.

Setelah kegagalan di FIFA ASEAN Cup 2026, Kim Sang-sik tak ingin Vietnam terlalu lama larut dalam kekecewaan. Agenda besar berikutnya sudah menanti, yakni Piala Asia 2027.

Turnamen itu akan jadi tantangan yang lebih berat karena Vietnam harus menghadapi persaingan dengan tim-tim terbaik di level Asia. Kim pun berjanji akan melakukan persiapan yang lebih serius agar Vietnam dapat tampil lebih kompetitif.

Namun, di saat yang sama, menyongsong agenda turnamen Piala Asia tahun depan kami akan mempersiapkan diri dengan jauh lebih baik lagi,”

ujar Kim.

Kegagalan di FIFA ASEAN Cup 2026 akan dijadikan bahan evaluasi oleh tim pelatih Vietnam. Kim Sang-sik memastikan proses pembinaan pemain tetap berjalan untuk meningkatkan kualitas skuad.

Menurutnya, Vietnam harus belajar dari kesalahan yang terjadi selama turnamen agar dapat tampil lebih baik pada agenda berikutnya.

Kami akan terus bekerja sama dan membina para pemain, sehingga kami berharap dapat memberikan hasil yang lebih baik,”

tutur pelatih asal Korea Selatan tersebut.

Kini, Kim Sang-sik memiliki pekerjaan besar untuk membenahi Vietnam sebelum tampil di Piala Asia 2027. Hasil buruk di FIFA ASEAN Cup 2026 jadi peringatan bahwa Golden Star Warriors masih memiliki banyak pekerjaan rumah jika ingin kembali bersaing di level tertinggi Asia.

Iklan