Namun, kepastian laga tersebut masih bergantung pada perkembangan situasi keamanan di lokasi pertandingan.
Erick menegaskan, PSSI tidak ingin mengambil risiko sebelum memperoleh gambaran yang jelas mengenai kondisi di negara calon lawan. Karena itu, komunikasi dengan pihak terkait akan dilakukan sebelum keputusan akhir ditetapkan.
Keamanan Jadi Penentu
PSSI akan mengevaluasi situasi keamanan di Timur Tengah sebelum memastikan kelanjutan agenda tandang Timnas Indonesia.
Erick berencana menghubungi negara-negara yang sebelumnya telah menyepakati pertandingan dalam waktu dekat.
Dalam satu hingga dua hari ke depan, kami akan menghubungi negara-negara yang sebelumnya sudah menyepakati pertandingan untuk mengetahui bagaimana kondisi keamanan di sana,”
kata Erick di Jakarta, Selasa 13 Oktober 2026.
Hasil komunikasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan apakah pertandingan tetap dapat digelar sesuai rencana atau perlu mengalami perubahan.
Jika kondisi dinilai tidak mendukung, PSSI siap mencari alternatif pertandingan di negara lain. Langkah tersebut diharapkan membuat agenda persiapan Timnas Indonesia tetap berjalan tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
Kalau kondisinya ternyata tidak kondusif, terpaksa kami harus mencari lawan tanding lain di negara lain,”
tambahnya.
Erick, yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, menegaskan bahwa keamanan pemain menjadi pertimbangan utama dalam menentukan agenda pertandingan internasional.
PSSI akan terus memantau perkembangan situasi sebelum memutuskan apakah rencana bertanding di Timur Tengah dapat dilanjutkan.
Jika diperlukan, perubahan lokasi dan lawan tanding akan dipertimbangkan sebagai bagian dari penyesuaian agenda.
Dengan pendekatan tersebut, persiapan Timnas Indonesia diharapkan tetap berlangsung sesuai kebutuhan tim tanpa mengesampingkan perlindungan terhadap pemain dan ofisial.
Beradaptasi di Timur Tengah
Rencana menjalani pertandingan tandang di Timur Tengah sebelumnya disusun atas permintaan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
Agenda tersebut ditujukan untuk membiasakan para pemain menghadapi kondisi yang berpotensi mereka temui dalam turnamen besar.
Adaptasi yang ingin dibangun mencakup atmosfer pertandingan, cuaca, hingga situasi bermain di kawasan Timur Tengah.
Pengalaman menghadapi kondisi berbeda dinilai penting untuk membantu pemain mempersiapkan diri secara lebih matang.
Karena itu, rencana pertandingan di kawasan tersebut memiliki tujuan khusus, bukan sekadar menambah jumlah laga uji coba. Meski demikian, aspek keamanan tetap menjadi pertimbangan yang tidak dapat dikesampingkan.
Jika pertandingan melawan Yordania atau agenda lain di kawasan tersebut harus diubah, PSSI perlu mencari lawan alternatif yang tetap sesuai dengan kebutuhan persiapan tim.
Piala Asia 2027
Agenda FIFA Matchday November 2026 menjadi salah satu bagian dari persiapan Timnas Indonesia menghadapi Piala Asia 2027.
Pengalaman bertanding melawan lawan dengan karakter permainan berbeda diharapkan membantu Skuad Garuda meningkatkan kesiapan sebelum tampil di turnamen tersebut.
Timnas Indonesia dijadwalkan bersaing di Grup F Piala Asia 2027 bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Turnamen itu akan berlangsung di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027.
Dengan persaingan yang diperkirakan ketat, pemilihan lawan uji coba menjadi bagian penting dari perencanaan tim.
PSSI perlu memastikan pertandingan yang dipilih tetap memberikan manfaat bagi persiapan John Herdman dan para pemain.
Keputusan mengenai agenda November mendatang akan ditentukan setelah evaluasi keamanan dilakukan. Untuk sementara, kemungkinan menghadapi lawan dari luar Timur Tengah tetap terbuka sebagai alternatif agar persiapan Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027 tidak terganggu.