Kekecewaan juga disuarakan bek Manchester United, Lisandro Martinez. Pemain asal Argentina itu menilai kondisi timnya belum cukup baik untuk bersaing di kompetisi antarklub tertinggi Eropa.
Fernandes Andalan
Manchester United turun dengan formasi 4-2-3-1 racikan Michael Carrick. Bruno Fernandes tetap dipercaya mengatur kreativitas permainan dari lini tengah meski kondisi kebugarannya sempat menjadi perhatian.
Carrick menurunkan Senne Lammens sebagai penjaga gawang. Lalu, lini pertahanan diisi Diogo Dalot, Lisandro Martinez, Leny Yoro, dan Ayden Heaven.
Di sektor tengah, ada Carlos Baleba dan Andrey Santos bertugas menjaga keseimbangan permainan. Sementara itu, Youri Tielemans, Marcus Rashford, Bruno Fernandes, dan Bryan Mbeumo jadi tumpuan untuk membangun serangan serta menciptakan peluang.
Di kubu seberang, pelatih Atletico Madrid Diego Simeone menggunakan formasi 4-4-2. Jan Oblak mengawal gawang, didukung Marcos Llorente, Cristian Romero, David Hancko, dan Alex Grimaldo di lini belakang.
Atletico mengandalkan Giuliano Simeone, Pablo Barrios, Johnny Cardoso, dan Alex Baena di lini tengah. Sementara, Lee Kang-in dan Julian Alvarez dipercaya mengisi lini depan untuk menekan pertahanan Manchester United.
Gol Kilat
Atletico Madrid langsung menunjukkan ancamannya sejak awal pertandingan. Saat laga baru berjalan satu menit, Pablo Barrios sukses membawa tuan rumah unggul melalui skema umpan pendek yang dibangun dari lini pertahanan.
Gol tersebut membuat Atletico memiliki momentum untuk mengendalikan jalannya pertandingan. Manchester United berusaha merespons dengan membangun serangan. Namun, kesulitan menemukan celah di pertahanan tim asuhan Simeone.
Atletico sempat kembali membobol gawang Manchester United menjelang turun minum. Namun, gol yang tercipta pada menit ke-44 itu dianulir setelah wasit melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR).
Hingga babak pertama berakhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Atletico pun mempertahankan keunggulan 1-0 saat kedua tim memasuki ruang ganti.
Kartu Merah Leny Yoro
Memasuki babak kedua, Atletico tampil semakin dominan dengan dukungan penuh suporter tuan rumah. Tekanan yang dilancarkan membuat Setan Merah lebih banyak berkutat untuk meredam serangan lawan.
Dikutip dari UEFA.com, Los Rojiblancos mampu melepaskan 11 tembakan ke arah gawang yang dijaga Senne Lammens. Catatan itu menggambarkan besarnya tekanan yang harus dihadapi lini pertahanan Setan Merah sepanjang pertandingan.
Situasi Manchester United semakin sulit ketika Leny Yoro menerima kartu merah pada menit ke-73. Leny diusir dari lapangan setelah melakukan pelanggaran terhadap Jo David saat Atletico melancarkan serangan balik.
Kehilangan satu pemain membuat Manchester United harus melanjutkan pertandingan dengan 10 orang. Keunggulan jumlah pemain pun dimanfaatkan Atletico untuk meningkatkan intensitas serangan.
Hanya lima menit setelah Yoro meninggalkan lapangan, Atletico berhasil menggandakan keunggulan. Ademola Lookman mencetak gol kedua setelah memanfaatkan bola muntah hasil penyelamatan Lammens.
Kritik Lisandro Martinez
Gol Lookman memastikan Atletico unggul 2-0 sekaligus memperbesar kesulitan Manchester United untuk mengejar ketertinggalan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah dan Atletico keluar sebagai pemenang.
Kekalahan dari Atletico tidak hanya meninggalkan persoalan di lapangan untuk The Red Devil. Namun, juga memunculkan kritik dari internal Manchester United.
Dikutip dari ESPN, Lisandro Martinez menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi tim. Bek asal Argentina tersebut menilai situasi yang dihadapi Manchester United saat ini tercermin dari penampilan mereka di pertandingan.
Sangat buruk. Saya harus banyak mengendalikan diri. Tetapi, terkadang itu adalah cerminan dari kondisi klub kami saat ini,”
ujar Martinez.
Pernyataan tersebut menjadi gambaran kekecewaan Martinez setelah Manchester United gagal mengimbangi Atletico Madrid. Hasil akhir 0-2, ditambah kartu merah Yoro dan dominasi lawan pada babak kedua, memperlihatkan sejumlah persoalan yang harus segera dibenahi Setan Merah.