Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Olahraga

Dari Bintang Muda Jadi Mesin Juara, Kisah An Se-young yang Salip Rekor Susy Susanti

Nama pebulutangkis tunggal putri Korea Selatan An Se-young semakin menonjol dalam persaingan bulu tangkis putri dunia.

Pebulutangkis Korea Selatan An Se-young.
Pebulutangkis Korea Selatan An Se-young. (Foto: IG An Se-young).

Nama An Se-young semakin menonjol dalam persaingan bulu tangkis putri dunia. Pebulu tangkis tunggal putri asal Korea Selatan itu baru saja mencatatkan pencapaian bersejarah setelah menjuarai Denmark Open 2026.

Pencapaian An Se-young itu berhasil melampaui rekor koleksi gelar milik legenda Indonesia, Susy Susanti.

Kemenangan atas Akane Yamaguchi pada partai final Denmark Open 2026 mengantarkan An Se-young meraih gelar ke-47 sepanjang kariernya. Jumlah tersebut melewati catatan 46 gelar yang sebelumnya menjadi rekor Susy Susanti di sektor tunggal putri.

Iklan

Pencapaian itu semakin mengukuhkan posisi An Se-young sebagai salah satu pemain paling dominan di era modern. Menariknya, ia masih berusia 24 tahun sehingga peluang untuk terus menambah gelar juara terbuka lebar.

An Se-young lahir di Gwangju, Korea Selatan, pada 5 Februari 2002. Bakatnya dalam olahraga bulu tangkis sudah terlihat sejak usia muda hingga membuatnya dapat kesempatan membela negaranya dalam berbagai kompetisi junior.

Pada masa junior, An Se-young berhasil meraih gelar di sejumlah turnamen, termasuk Jakarta Open Junior International, Jaya Raya Junior Grand Prix, dan Kejuaraan Junior Asia U-15.

Meski tak mencatatkan banyak gelar bergengsi ketika berkompetisi di kelompok usia U-17 dan U-19, perkembangan permainannya tetap mendapat perhatian. Ia terus peroleh kesempatan bertanding dan mengumpulkan pengalaman menghadapi lawan-lawan dari berbagai negara.

Bahkan, saat masih berusia belasan tahun, An Se-young sudah dipercaya memperkuat tim senior Korea Selatan, termasuk ketika tampil di Asian Games 2018.

Diperhitungkan sejak 2018

Figur An Se-young mulai dapat perhatian lebih luas ketika ia menunjukkan perkembangan pesat dan rutin meraih prestasi pada 2018 hingga 2019.

Performa itu membuat Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memberikan penghargaan kepada An Se-young sebagai pemain paling potensial pada 2019. Pengakuan itu jadi salah satu penanda bahwa ia memiliki prospek besar untuk bersaing di level elite.

Seiring bertambahnya pengalaman, permainan An Se-young semakin matang. Ia mampu bersaing dengan para pemain papan atas dan membangun reputasi sebagai tunggal putri yang memiliki konsistensi tinggi.

Salah satu pencapaian pentingnya datang pada Asian Games 2022 di Hangzhou, China. An Se-young berhasil meraih medali emas tunggal putri, sebuah prestasi yang memperkuat posisinya dalam persaingan internasional.

Perkembangan karier An Se-young semakin pesat pada 2023. Pada Agustus 2022, ia berhasil menduduki peringkat satu dunia di sektor tunggal putri.

Tidak berhenti di situ, An Se-young juga menjuarai Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2023. Ia mengalahkan wakil Spanyol, Carolina Marin pada partai final untuk mengamankan gelar juara dunia.

Kesuksesan itu memperlihatkan kemampuannya tampil konsisten di turnamen besar. An Se-young bukan hanya mampu mengumpulkan gelar dalam rangkaian tur dunia. Namun, juga membuktikan kualitasnya pada kejuaraan dengan persaingan yang ketat.

Pencapaian sepanjang 2023 jadi fondasi penting bagi dominasinya dalam beberapa musim berikutnya.

Tahun 2024 jadi salah satu periode paling berkesan dalam karier An Se-young. Ia berhasil meraih medali emas tunggal putri pada Olimpiade Paris setelah mengalahkan pebulu tangkis China, He Bingjiao, di partai final.

Kemenangan itu mengakhiri penantian Korea Selatan untuk kembali meraih emas Olimpiade tunggal putri setelah terakhir kali mencapainya pada 1996.

Namun, perjalanan An Se-young setelah Olimpiade tidak sepenuhnya berjalan mulus. Ia sempat menghadapi persoalan dengan pihak bulu tangkis Korea Selatan.

Meski demikian, situasi itu tak menghentikannya untuk terus berkompetisi dan mempertahankan performa di lapangan.

Ia tetap mampu menunjukkan kualitas permainan dan kembali menambah koleksi gelar dalam berbagai turnamen internasional.

Pencapaian terbaru An Se-young hadir melalui gelar Denmark Open 2026. Kemenangan atas Akane Yamaguchi di partai final membuat koleksi gelarnya mencapai 47 trofi.

Jumlah tersebut melewati catatan 46 gelar milik Susy Susanti, legenda Indonesia yang dikenal mendominasi sektor tunggal putri pada era 1990-an.

Rekor baru itu menjadi pencapaian penting dalam perjalanan An Se-young. Pada usia 24 tahun, ia telah mengoleksi berbagai gelar bergengsi, mulai dari Olimpiade, Kejuaraan Dunia, Asian Games, hingga turnamen internasional lainnya.

Kombinasi prestasi dan konsistensi tersebut membuat namanya terus diperhitungkan dalam pembahasan mengenai pemain tunggal putri terbaik sepanjang masa.

Tambah Rekor Gelar

Dengan usia yang masih relatif muda, An Se-young memiliki kesempatan untuk memperpanjang catatan prestasinya. Konsistensi dalam turnamen internasional menjadi modal penting untuk mempertahankan posisi di jajaran teratas dunia.

Persaingan tunggal putri tetap menghadirkan tantangan dari pemain-pemain elite lainnya. Namun, rekam jejak An Se-young dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa ia mampu menjaga performa di berbagai level kompetisi.

Koleksi gelar Olimpiade, Kejuaraan Dunia, Asian Games, dan puluhan trofi internasional telah menempatkannya di antara nama besar bulu tangkis putri.

Tak mengherankan jika An Se-young mulai mendapat julukan Greatest of All Time (GOAT) dari sebagian pengamat dan penggemar.

Meski perdebatan mengenai pemain terbaik sepanjang masa selalu terbuka, pencapaiannya di usia muda telah menjadikannya salah satu figur paling berpengaruh dalam bulu tangkis putri modern.

Iklan