Rifky kembali menunjukkan kualitasnya sebagai juara bertahan. Ia menyelesaikan perlombaan dengan catatan waktu 55,34 detik, lebih cepat 0,19 detik dibandingkan catatannya saat meraih emas pada nomor yang sama di Asian Para Games 2022.
Perenang Indonesia tersebut mengungguli Dmitriy Khorlin dari Uzbekistan yang membukukan waktu 55,44 detik. Posisi ketiga ditempati Genki Saito dari Jepang dengan catatan 57,54 detik.
Sementara itu, medali perak Indonesia diraih Junaidi dari cabang para judo kelas 70 kilogram putra klasifikasi J1. Ia harus mengakui keunggulan atlet China, Shiwen Zhu, pada pertandingan final.
Delapan medali perunggu lainnya datang dari enam cabang olahraga. Para atlet yang menyumbangkan medali tersebut adalah Sufyan Saori dan Vanza Mifthahul Jannah dari para balap sepeda, Hilman dan Ni Nengah Widiasih dari para angkat berat, serta Dheny Marsyelina dari para judo.
Sumbangan perunggu juga datang dari Hamida melalui para tenis meja, Karisma Evi Tiarani dari para atletik, serta Theradina Audria Lee dari para renang.
Optimistis Tambah Emas
Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia, Reda Manthovani, mengapresiasi perjuangan para atlet yang telah bertanding pada hari pertama.
Ia berharap hasil positif tersebut menjadi motivasi untuk meraih lebih banyak emas pada hari berikutnya.
Raihan ini merupakan kegembiraan bagi kita semua. Semoga besok (Selasa) kita bisa mendulang emas lebih banyak lagi, karena pertandingan di cabor-cabor yang kita unggulkan memang masih baru bermain,”
ucap Reda Manthovani saat di headquarter kontingen Indonesia, Senin, 19 Oktober 2026.
Menurut Reda, peluang Indonesia untuk menambah medali emas masih terbuka. Berdasarkan analisis tim, sejumlah cabang olahraga unggulan, termasuk boccia dan bulu tangkis, berpotensi menyumbangkan hasil terbaik.
Berdasarkan data analisis yang kita punya, ada beberapa medali emas yang ditargetkan. Insya Allah masih bisa kita dapatkan ya, seperti dari boccia dan bulu tangkis. Nah, itu kalau melihat dari perkembangannya sejauh ini, masih on schedule lah kita dapat. Saya optimis bisa mendulang medali emas di esok atau sampai penutupan ini,”
tutur Reda.
Berpeluang Tambah Medali
Peluang Indonesia menambah medali pada Selasa (20/10/2026) terbuka melalui cabang para bulu tangkis. Pasangan ganda putri SH6, Rina Marlina dan Apriliyana Sulistyawati, berpeluang mengamankan medali perak setelah menyelesaikan pertandingan mereka.
Kepastian posisi akhir pasangan Indonesia bergantung pada hasil duel wakil China, Shuangbao Lin/Fengmei Li, melawan pasangan China Taipei, Yu-yen Wu/Yi-lin Cai.
Dalam persaingan yang hanya diikuti tiga pasangan dari tiga negara, Rina/Apriliyana berhasil mengalahkan pasangan China Taipei dengan skor 21-19 dan 21-8. Namun, mereka kalah dari Lin/Fengmei dengan skor 6-21 dan 2-21.
Apabila pasangan China kembali meraih kemenangan pada laga penentuan, Lin/Fengmei akan mendapatkan emas, sedangkan Rina/Apriliyana berpeluang menempati posisi kedua.
Kemungkinan sudah dapat medali perak, tapi untuk resminya tetap menunggu besok (China vs China Taipei),”
ucap Rina Marlina.
Rina mengakui pertandingan melawan pasangan China menjadi tantangan berat, terlebih ia dan Apriliyana merupakan pasangan yang relatif baru.
Ini pertandingan yang lumayan berat, karena memang mereka musuh terberat. Dua-duanya sangat kuat. Apalagi kita juga baru dipasangkan,”
tutur Rina.
Rina Marlina Bidik Emas
Kesempatan Rina untuk menambah medali belum berakhir. Ia masih berkompetisi pada nomor tunggal putri SH6 dan ganda campuran SH6 bersama Subhan.
Pada nomor tunggal putri SH6, Rina telah memastikan tempat di semifinal setelah memperoleh bye pada babak perempat final.
Sementara itu, pada ganda campuran SH6, ia dan Subhan masih harus bersaing untuk menentukan status juara grup melawan pasangan China, Qingtao Zeng/Shuangbao Lin, pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Rina berharap dapat mempertahankan prestasi yang pernah diraihnya pada edisi sebelumnya.
Mudah-mudahan yang mixed double, saya masih bisa menjaga gelar juara yang diraih di Asian Para Games 2022 Hangzhou. Mudah-mudahan masih bisa menjaga emasnya,”
ucap Rina.
Tujuh Medali Emas
Selain para bulu tangkis, Indonesia masih berpeluang menambah medali melalui para renang, para balap sepeda, para atletik, dan cabang olahraga lainnya.
Pada Asian Para Games 2026, kontingen Merah Putih menargetkan tujuh medali emas, delapan perak, dan 17 perunggu. Persaingan perebutan medali dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu, 24 Oktober 2026.
Dengan raihan sepuluh medali pada hari pertama, Indonesia memiliki modal awal untuk mengejar target tersebut.
Performa atlet pada hari-hari berikutnya akan menjadi penentu seberapa jauh kontingen Merah Putih dapat meningkatkan perolehan medalinya.