Ketua Umum PSSI Erick Thohir melontarkan tantangan kepada masyarakat untuk ikut meramaikan Indonesia Women’s League (IWL) 2026/2027.
Ia meminta publik yang sebelumnya mempertanyakan keberadaan kompetisi sepak bola putri agar kini menunjukkan dukungan secara langsung dengan datang menyaksikan pertandingan.
Kepada mereka yang selama ini berteriak, ‘Mana liganya?’, sekarang ayo datang dan menonton. Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik,”
kata Erick, dalam keterangannya, Senin, 19 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick saat pembukaan Liga Putri Indonesia di Stadion Madya, Jakarta, Minggu 18 Agustus 2026. Menurutnya, dukungan terhadap sepak bola putri tak cukup hanya disampaikan melalui kritik atau komentar. Namun, juga perlu diwujudkan dengan kehadiran penonton.
Iklan
Mari datang dan buktikan kontribusi kita bukan hanya lewat perkataan, tetapi juga melalui kehadiran,”
jelas Erick.
Ramaikan IWL
Erick berharap bergulirnya Indonesia Women’s League jadi momentum untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap sepak bola putri nasional.
Ia menilai respons publik pada pekan pertama kompetisi sudah menunjukkan perkembangan yang positif. Meski demikian, PSSI berharap antusiasme tersebut terus meningkat seiring berjalannya musim.
Selain mengajak masyarakat menyaksikan pertandingan, Erick juga mendorong setiap klub peserta untuk mulai membangun basis pendukung yang kuat. Kehadiran suporter dinilai bisa membantu menciptakan atmosfer kompetisi yang lebih hidup sekaligus memperbesar perhatian terhadap sepak bola putri.
Saya rasa untuk tahun pertama, antusiasmenya sangat baik. Kami juga berharap setiap klub yang bermain di liga ini mulai membangun basis suporternya sendiri,”
ujar Erick.
Kompetisi Indonesia Womens League (IWL) resmi bergulir pada 18 Oktober 2026. (Foto: Persija Putri).
Selain menyoroti dukungan penonton, Erick menyampaikan PSSI bersama klub peserta memiliki komitmen untuk menjalankan Liga Putri Indonesia selama lima tahun ke depan.
Komitmen jangka panjang ini menjadi bagian dari upaya membangun kembali fondasi kompetisi sepak bola putri. Setelah kembali bergulir usai tujuh tahun, liga diharapkan bisa berkembang secara bertahap sebelum dilakukan ekspansi lebih lanjut.
Yang pasti, seluruh klub peserta liga dan PSSI memiliki komitmen untuk menjalankan kompetisi ini selama lima tahun, setelah itu akan kami evaluasi,”
lanjut Menteri Pemuda dan Olahraga itu.
Menurut Erick, keberlangsungan kompetisi perlu jadi prioritas agar klub peserta bisa menjalankan aktivitasnya secara stabil. Selain itu, tak mengalami kendala yang berujung pada penghentian partisipasi di tengah musim.
PSSI juga memberikan perhatian terhadap kesiapan operasional dan kemampuan klub dalam mengikuti liga secara berkelanjutan. Erick menyampaikan penyelenggaraan kompetisi harus disertai perencanaan yang matang. PSSI tidak ingin ada klub yang mengalami persoalan serius hingga terpaksa berhenti sebelum kompetisi berakhir.
Kami juga ingin memastikan klub-klub ini bisa berjalan dengan baik. Jangan sampai ada persoalan yang membuat klub berhenti di tengah jalan. Itu yang sering saya sampaikan dan menjadi alasan PSSI sangat berhati-hati,”
tutur Erick.
Maka itu, penguatan fondasi kompetisi jadi salah satu fokus PSSI dalam mengembangkan Liga Putri Indonesia. Evaluasi setelah periode lima tahun nantinya diharapkan dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah pengembangan berikutnya.
Indonesia Women’s League 2026/2027 diikuti enam klub, yakni Garudayaksa FC, Persita, Persikad, Dewa United Banten FC, Persija Jakarta, dan FC Bekasi City.
Kompetisi direncanakan berlangsung hingga 30 Januari 2027. Rangkaian pertandingan mencakup fase reguler, semifinal, perebutan tempat ketiga, hingga partai final untuk menentukan juara.
Dengan bergulirnya liga dan adanya komitmen jangka panjang dari PSSI serta klub peserta, kompetisi ini diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan pemain sekaligus meningkatkan popularitas sepak bola putri