Kericuhan itu berdampak pada jadwal pertandingan. Kick-off babak kedua yang semula direncanakan berlangsung pukul 20.00 WIB harus tertunda sekitar 31 menit dan baru dilanjutkan pada pukul 20.31 WIB.
Shin Tae-yong Prihatin
Shin Tae-yong mengaku tidak memahami alasan sebagian penonton justru terlibat perkelahian ketika datang ke stadion untuk menyaksikan pertandingan dan mendukung tim kesayangan mereka.
Saya benar-benar tidak mengerti mengapa orang datang untuk menonton olahraga dan mendukung tim kesayangannya, tetapi justru berujung saling berkelahi,”
kata Shin Tae-yong usai laga Sabtu, 17 Oktober 2026 malam.
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu menilai setiap penonton seharusnya dapat menjaga emosi agar pertandingan sepak bola berlangsung dengan aman.
Menurutnya, sikap saling menghormati diperlukan untuk menciptakan suasana stadion yang nyaman bagi seluruh pihak.
Hal seperti itu seharusnya bisa kita kendalikan bersama. Dengan saling menahan diri, pertandingan yang bagus bisa tersaji dan suasana stadion pun menjadi lebih kondusif. Saya berharap semua pihak bisa lebih menahan diri,”
terang dia.
Dukung Kehadiran Suporter
Meski menyayangkan kericuhan yang terjadi, Shin tetap memandang kehadiran penonton sebagai bagian penting dari pertandingan sepak bola profesional.
Ia menilai dukungan langsung dari suporter dibutuhkan oleh tim, baik ketika bermain di kandang sendiri maupun saat menjalani laga tandang.
Namun, dukungan tersebut harus disampaikan dengan cara yang positif dan tidak berujung pada tindakan yang merugikan orang lain.
Ya, menurut saya, pertandingan profesional harus selalu dihadiri penonton. Baik bermain di kandang maupun tandang, kehadiran penonton jelas sangat diperlukan,”
ucap Shin Tae-yong.
Ia kemudian mengingatkan bahwa antusiasme terhadap klub perlu disertai sikap yang bertanggung jawab. Rivalitas dalam sepak bola, menurut pesannya, tidak seharusnya menghilangkan rasa persaudaraan sebagai sesama warga negara.
Namun, dukungan terhadap tim jangan sampai berlebihan. Kita semua berasal dari bangsa dan negara yang sama, kita sama-sama warga negara ini,”
lanjutnya.
Di tengah insiden di tribun, Persija juga harus menerima hasil mengecewakan di lapangan. Kekalahan 2-3 dari Persita mengakhiri catatan sempurna Macan Kemayoran dalam empat pertandingan pertama Super League 2026/2027.
Sebelum bertanding di Serang, Persija selalu meraih kemenangan dan telah mengumpulkan 12 poin. Hasil melawan Persita membuat mereka gagal menambah angka, meskipun masih bertahan di puncak klasemen sementara dengan koleksi 12 poin.
Sementara itu, Persita melanjutkan tren positif setelah melewati lima pertandingan awal tanpa kekalahan. Pendekar Cisadane mencatatkan tiga kemenangan dan dua hasil imbang, sehingga mengoleksi 11 poin.
Kemenangan atas Persija memberikan tambahan tiga poin penting bagi Persita. Dengan total 11 poin dari lima pertandingan, tim asal Tangerang itu menempati peringkat ketiga klasemen sementara Super League 2026/2027.
Di sisi lain, Persija masih berada di posisi teratas dengan 12 poin, meski rekor kemenangan mereka terhenti di pekan kelima.
Hasil pertandingan tersebut menjadi pengingat bahwa persaingan kompetisi tidak hanya berlangsung di atas lapangan.
Shin Tae-yong juga berharap atmosfer sepak bola Indonesia dapat terus dijaga agar suporter bisa memberikan dukungan secara aman, tertib, dan sportif.