Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Olahraga

Isu Pengurangan Poin Persija Mencuat, Shin Tae-yong Ingatkan The Jakmania soal Dampak Kericuhan

Persija Jakarta menjadi sorotan setelah kericuhan suporter dalam pertandingan melawan Persita Tangerang memunculkan pembahasan mengenai kemungkinan sanksi

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong (Foto: Media Persija)

Persija Jakarta menjadi sorotan setelah kericuhan suporter dalam pertandingan melawan Persita Tangerang memunculkan pembahasan mengenai kemungkinan sanksi, termasuk isu pengurangan poin.

Insiden tersebut terjadi saat Macan Kemayoran bertandang ke Banten International Stadium (BIS), Serang, pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Dalam pertandingan pekan kelima BRI Super League 2026/2027 itu, Persija harus mengakui keunggulan Persita dengan skor 2-3.

Iklan

Keributan yang terjadi ketika jeda babak pertama turut menyebabkan dimulainya babak kedua tertunda lebih dari 30 menit.

Peristiwa tersebut menambah sorotan terhadap perilaku suporter Persija. Sebelumnya, pendukung klub ibu kota itu juga menjadi perhatian setelah insiden penyerangan terhadap bus Persib Bandung U-18.

Menanggapi situasi tersebut, pelatih Persija, Shin Tae-yong, menyampaikan pandangannya dalam konferensi pers di Persija Training Ground, Depok, Selasa (20/10/2026), menjelang pertandingan melawan Arema FC.

Pengurangan Poin Persija

Shin Tae-yong menyinggung isu pengurangan poin yang muncul setelah kericuhan suporter. Ia menyampaikan pemahamannya mengenai penerapan sanksi tersebut dalam regulasi sepak bola.

Sebenarnya mengenai pengurangan poin, regulasi FIFA biasanya menerapkan hal tersebut untuk kasus seperti manipulasi pertandingan atau pengaturan skor,”

ujar Shin Tae-yong.

Menurut Shin, persoalan yang melibatkan suporter perlu ditangani secara tegas oleh pihak yang berwenang. Ia menilai penegakan aturan penting agar insiden serupa tidak kembali terjadi dan mengganggu jalannya kompetisi.

Sepengetahuan saya, dalam aturan tidak ada sanksi pengurangan poin hanya karena masalah suporter. Hal tersebut semestinya ditangani dan ditindak secara tegas oleh pihak kepolisian atau pihak yang berwajib,”

tambah Shin Tae-yong.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan Shin mengenai aturan yang ia ketahui. Kepastian mengenai jenis sanksi atas insiden tersebut tetap perlu mengacu pada regulasi kompetisi dan keputusan resmi otoritas terkait.

Dukungan Suporter Persija

Di tengah persoalan yang mencuat, Shin tetap menyampaikan apresiasi kepada para pendukung Persija yang selalu memberikan dukungan kepada tim. Ia memahami besarnya antusiasme suporter saat menyaksikan Macan Kemayoran bertanding.

Melalui kesempatan ini, saya ingin menyampaikan kepada para suporter, kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dan antusiasme Anda di stadion,”

kata Shin Tae-yong.

Namun, Shin mengingatkan bahwa dukungan tersebut seharusnya diberikan dengan cara yang positif. Menurutnya, tindakan yang memicu keributan justru berpotensi merugikan suporter sendiri apabila berujung pada penyelenggaraan pertandingan tanpa penonton.

Namun, jika sampai memicu masalah dan akhirnya PSSI terpaksa menggelar pertandingan tanpa penonton, suporter yang mencintai sepak bola itu sendiri yang akan rugi karena tidak bisa menonton langsung di stadion. Itu sangat disayangkan,”

tuturnya.

Ia berharap para pendukung bisa menjaga suasana pertandingan tetap aman dan tertib sehingga dukungan dari tribun dapat menjadi motivasi bagi para pemain.

Pesan untuk The Jakmania

Shin juga menyampaikan pesan khusus kepada The Jakmania menjelang laga pekan keenam Super League 2026/2027.

Persija dijadwalkan menghadapi Arema FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Rabu, 21 Oktober 2026 malam WIB.

Ia meminta suporter mengendalikan diri dan tetap menunjukkan dukungan yang membangun. Menurut Shin, semangat besar untuk mendukung klub perlu disertai sikap sportif agar pertandingan berjalan kondusif.

Oleh karena itu, saya meminta kepada para penggemar yang bersemangat untuk dapat menahan diri, memberikan dukungan positif kepada para pemain agar bisa bermain lebih baik,”

ucap Shin Tae-yong.

Pelatih asal Korea Selatan itu kembali mengingatkan bahwa kericuhan dapat membawa konsekuensi yang berdampak langsung terhadap pengalaman suporter dalam mendukung tim kesayangan.

Sekali lagi saya ingatkan, jika membuat masalah, dampaknya bisa berupa laga tanpa penonton sehingga kalian tidak bisa menikmati pertandingan secara langsung,”

ujar Shin Tae-yong.

Shin pun mengajak seluruh pendukung Persija untuk menjaga sportivitas dan menunjukkan sikap yang menjunjung nilai-nilai fair play.

Harap perhatikan hal tersebut dan marilah kita saling mendukung secara sportif dan fair play,”

tutur arsitek asal Korea Selatan tersebut.

Pertandingan melawan Arema FC menjadi agenda penting bagi Persija setelah kekalahan dari Persita dan munculnya sorotan terhadap kericuhan suporter.

Macan Kemayoran membutuhkan hasil positif untuk memperbaiki momentum di kompetisi musim ini.

Di sisi lain, pesan Shin Tae-yong menegaskan pentingnya peran suporter dalam menjaga atmosfer pertandingan.

Dukungan yang tertib dapat membantu pemain tampil maksimal, sedangkan tindakan yang melanggar aturan berpotensi membawa kerugian bagi klub maupun pendukungnya.

Iklan