Persita langsung memberikan tekanan sejak awal pertandingan. Tuan rumah membuka keunggulan pada menit kelima melalui Claudio Lucas Morais.
Persija kemudian berusaha merespons ketertinggalan dengan meningkatkan tekanan ke lini pertahanan lawan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-18 ketika Fabio Calonego mencetak gol penyama kedudukan.
Skor berubah jadi 1-1 dan bertahan hingga babak pertama berakhir. Kedua tim sama-sama berusaha mencari celah untuk menciptakan peluang, tetapi belum ada tambahan gol sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, Persita kembali menemukan momentum untuk unggul. Rayco Rodriguez mencetak gol pada menit ke-61 yang membuat tuan rumah memimpin 2-1.
Persija tak menyerah dan terus berusaha mengejar ketertinggalan. Kesempatan menyamakan skor akhirnya datang melalui hadiah penalti yang dieksekusi Alexander Jeremejeff pada menit ke-74.
Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 2-2 dan kembali membuka peluang bagi Persija untuk membawa pulang hasil positif. Namun, pertandingan masih menyisakan drama pada menit-menit terakhir.
Saat pertandingan mendekati akhir, Persita berhasil memanfaatkan peluang untuk kembali unggul. Andrejic Aleksa mencetak gol pada menit ke-90 dan mengubah skor menjadi 3-2.
Gol tersebut jadi penentu kemenangan Persita sekaligus memupus harapan Persija untuk mendapatkan poin. Meski sudah dua kali bangkit menyamakan kedudukan, Macan Kemayoran akhirnya harus menerima kekalahan di Serang.
Hasil ini menjadi catatan penting bagi Persija, terutama dalam mengantisipasi tekanan lawan dan menjaga konsentrasi hingga pertandingan benar-benar selesai.
Akui Persija Kesulitan
Pelatih Persija Shin Tae-yong mengakui timnya menghadapi kesulitan untuk membongkar pertahanan Persita. Ia juga memberikan apresiasi kepada tuan rumah yang dinilai tampil dengan intensitas tinggi dan semangat juang kuat sepanjang laga.
Selamat kepada para pemain Persita yang telah bertarung sangat keras dan meraih kemenangan. Hari ini, kegagalan kami menembus dinding pertahanan lawan tampaknya menjadi penyebab kekalahan kami,”
ujar Shin usai pertandingan.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa efektivitas serangan jadi salah satu aspek yang perlu dibenahi Persija. Meski mampu mencetak dua gol, tim Ibu Kota juga belum cukup efektif untuk mengatasi organisasi pertahanan Persita dan mengamankan hasil pertandingan.
Selain kesulitan menembus pertahanan lawan, Shin Tae-yong turut menyoroti gol yang tercipta melalui serangan balik. Menurutnya, kemampuan mengantisipasi situasi tersebut perlu menjadi perhatian dalam evaluasi tim.
Kekalahan dari Persita pun diharapkan tidak hanya menjadi hasil negatif, tetapi juga kesempatan bagi para pemain dan staf pelatih untuk mengidentifikasi kekurangan yang masih ada.
Shin meminta anak asuhnya mengambil pelajaran dari pertandingan tersebut agar dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik ketika menghadapi laga berikutnya.
Kekalahan ini patut disyukuri karena memberi kami kesempatan untuk memikirkan kembali tim kami. Kami harus mempersiapkan diri lebih baik lagi karena situasi seperti ini bisa saja terjadi di setiap pertandingan ke depannya,”
tuturnya.