Manchester United menghadapi situasi sulit setelah menelan kekalahan telak 1-4 dari Como dalam pertandingan Liga Champions, Rabu, 21 Oktober 2026 malam WIB.
Hasil mengecewakan itu memunculkan kritik dari internal tim. Kapten Bruno Fernandes menyoroti pendekatan taktik. Sementara, juru taktik Michael Carrick menilai para pemain gagal menunjukkan semangat dan intensitas yang dibutuhkan.
Kekalahan dari Como semakin menambah tekanan terhadap Manchester United. Rentetan hasil negatif membuat Setan Merah disebut telah melewati tujuh pertandingan tanpa kemenangan. Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai persoalan yang tengah dihadapi klub.
Iklan
Situasi tersebut juga mengingatkan pada kritik Lisandro Martinez terhadap manajemen klub setelah kekalahan dari Atletico Madrid. Kini, perhatian tertuju pada evaluasi taktik dan sikap pemain setelah Como mampu memanfaatkan kelemahan permainan MU.
Kritik Taktik MU
Kapten Manchester United Bruno Fernandes mengungkapkan pandangannya mengenai strategi tim ketika kehilangan penguasaan bola. Dalam wawancara bersama TNT Sports, ia menyoroti pendekatan pressing yang dinilai memberikan keleluasaan kepada Como untuk mengembangkan permainan.
Fernandes menjelaskan bahwa staf pelatih memilih tak menerapkan tekanan satu lawan satu secara ketat. Sebaliknya, The Red Devil memberikan ruang bagi lawan dan menunggu kesempatan untuk merebut bola.
Itu adalah keputusan dari staf pelatih untuk tidak menerapkan tekanan man-to-man, melainkan membiarkan sedikit ruang di lini belakang, menunggu lawan, dan membiarkan mereka menguasai bola,”
kata Bruno dikutip dari TNT Sports, Kamis, 22 Oktober 2026.
Menurut Fernandes, strategi itu membuat para pemain Como semakin nyaman menguasai bola. Ketika lawan mampu mempertahankan penguasaan bola dalam waktu lama, pemain MU mesti mengeluarkan lebih banyak tenaga untuk mengejar dan merebutnya kembali.
Situasi itu kemudian berdampak pada kemampuan Manchester United membangun serangan. Ketika bola berhasil dikuasai kembali, kondisi fisik dan konsentrasi pemain tidak lagi optimal untuk melancarkan serangan secara efektif.
Mereka menempatkan banyak pemain di belakang bola yang membuat kami harus banyak berlari dan merasa frustrasi,”
kata Bruno.
Remain Como 1907 merayakan gol ke gawang Manchester United. Doc: IG Como
Taktik Como itu ternyata berhasil membuat fisik pemain Setan Merah kepayahan.
Kondisi fisik maupun pikiran kami sudah tidak lagi prima untuk merespons dengan baik,”
lanjut Bruno.
Tanggung Jawab Pelatih
Meski menyampaikan kritik terhadap pendekatan permainan MU, Fernandes menegaskan keputusan mengenai strategi dan evaluasinya berada di tangan manajer beserta staf pelatih.
Ia juga berpandangan bahwa Manchester United terkadang perlu mengambil risiko lebih besar dengan menekan lawan di area yang lebih tinggi. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat mengganggu kenyamanan lawan dalam membangun serangan.
Terkadang kita harus lebih berani dalam menekan lawan, mengambil risiko dengan melakukan pressing di area yang lebih tinggi untuk membuat mereka tidak nyaman, seperti yang mereka lakukan terhadap kita,”
ujarnya.
Pernyataan Fernandes memperlihatkan adanya evaluasi terhadap cara Manchester United menjalankan strategi permainan. Namun, kritik itu juga menyoroti bahwa persoalan tim tak semata-mata berkaitan dengan skema taktik. Tapi. melainkan bagaimana pemain menerapkannya di lapangan.
Menanggapi kritik Fernandes, Michael Carrick beri penjelasan mengenai pendekatan yang diterapkan tim. Ia menyebut Manchester United sempat mencoba melakukan pressing man-to-man pada babak kedua, tetapi strategi tersebut justru berujung pada kebobolan.
Di babak kedua, kami sempat mencoba menerapkan tekanan man-to-man, tetapi justru berujung pada kebobolan gol,”
ujarnya.
Carrick menilai taktik saja tidak cukup untuk menghasilkan kemenangan apabila pemain tidak menunjukkan kerja keras, khususnya ketika harus membantu pertahanan setelah kehilangan bola.
Apa pun taktik yang Anda gunakan, jika Anda tidak mau berlari kembali (membantu pertahanan), Anda tidak akan menang,”
tutur Carrick.
Carrick Geram
Dia tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap penampilan tim. Ia menilai para pemain gagal memperlihatkan kesungguhan dan intensitas yang semestinya ditunjukkan dalam pertandingan sekelas Liga Champions.
Saya benar-benar marah. Bermain dengan cara seperti itu sungguh tidak bisa diterima,”
ujar mantan pemain Timnas Inggris tersebut.
Setelah kekalahan dari Como, Carrick memastikan bahwa evaluasi akan dilakukan terhadap berbagai aspek permainan Manchester United. Ia menyebut penilaian tidak hanya mencakup keputusan staf pelatih, tetapi juga motivasi, tujuan, serta intensitas yang diperlihatkan para pemain.
Menurutnya, tim harus mampu mempertahankan standar permainan dalam setiap pertandingan. Para pemain tidak bisa hanya tampil maksimal pada situasi tertentu, kemudian kehilangan energi dan komitmen ketika menghadapi tekanan.
Saya pasti akan mengevaluasi apa yang telah kami lakukan [sebagai staf pelatih], atau apakah ini berkaitan dengan motivasi, niat, tujuan, serta intensitas yang seharusnya dihadirkan dalam sebuah pertandingan sepak bola,”
katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Carrick menginginkan perubahan nyata dari para pemain. Ia menilai konsistensi dalam bekerja keras dan menjaga fokus merupakan bagian penting untuk memperbaiki performa Manchester United.
Carrick juga menyampaikan kekecewaan terhadap cara tim menjalani pertandingan dan meminta maaf kepada pendukung Manchester United yang hadir di stadion.
Bagi dia, persoalan utama bukan hanya jumlah gol yang bersarang di gawang tim, tetapi juga kualitas penampilan yang diperlihatkan sepanjang laga.
Hasil pertandingan bisa berubah-ubah, tetapi ada standar cara bermain yang harus ditunjukkan. Apa yang kami tampilkan tadi bukanlah standar tersebut,”
tutur Carrick.
Kekalahan 1-4 dari Como menjadi pukulan bagi Manchester United yang masih berusaha menemukan konsistensi. Hasil ini juga menambah tekanan agar tim segera memperbaiki performa, baik dari sisi taktik maupun sikap para pemain.
Manchester United kini telah menelan dua kekalahan dari tiga pertandingan Liga Champions musim ini. Catatan tersebut membuat Setan Merah harus segera mencari solusi agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan.