Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Olahraga

Persija Kena Sanksi Berat PSSI, STY Sentil The Jakmania: Yang Rugi Klub Sendiri!

Shin Tae-yong alias STY minta ada evaluasi dari The Jakmania yang merupakan fans pendukung militan Persija Jakarta.

Pendukung fanatik Persija, The Jakmania.
Pendukung fanatik Persija, The Jakmania. (Foto: Owrite/Hadi Febriansyah).

Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong alias STY menanggapi sanksi berat yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI kepada klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut berharap para pendukung Persija bersedia melakukan introspeksi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Untuk sanksi, ya sebenarnya tidak ada pendapat apa-apa, tapi saya berharap ‘kenapa sih harus begitu?’,”

kata STY usai laga kontra Arema FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu 21 Oktober 2026.

Sanksi terhadap Persija itu diberikan usai kericuhan dalam pertandingan melawan Persita Tangerang pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Akibat insiden tersebut, Persija dijatuhi hukuman larangan menjalani enam pertandingan tandang serta denda dengan total Rp90 juta.

Iklan

Hukuman dari Komdis PSSI mencakup denda Rp30 juta atas kericuhan yang terjadi di tribune penonton. Selain itu, Persija juga harus membayar Rp60 juta terkait aksi pelemparan flare dan petasan.

Terkait itu, STY juga mengajak para pendukung Macan Kemayoran untuk melihat kembali perilaku mereka dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi.

Maksudnya, dari para fans dulu kita harus evaluasi diri kita sendiri,”

kata STY.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut menegaskan bahwa tindakan negatif yang dilakukan di luar permainan bisa merugikan banyak pihak. Dampaknya bukan hanya dirasakan klub tapi juga para pemain dan suporter yang mendukung Persija.

STY pun berharap para penggemar bisa menjaga sikap selama mendukung tim kesayangan sehingga pertandingan sepak bola tidak kembali diwarnai insiden yang merugikan.

Kalau melakukan hal-hal yang tidak boleh dilakukan, ya yang rugi itu ya bukan tim lain, tetapi ya klub sendiri dan pemain, termasuk ya para fans,”

jelas STY.

Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar kejadian yang mencoreng pertandingan tersebut tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Jadi, ya semoga tidak terjadi lagi kejadian-kejadian yang buruk seperti itu,”

tuturnya.

Di tengah persoalan sanksi, Persija Jakarta sedang berada dalam tren positif di kompetisi Super League 2026/2027. Macan Kemayoran menempati posisi puncak klasemen setelah meraih kemenangan telak 5-1 atas Arema FC pada Rabu 21 Oktober 2026.

Hasil tersebut menjadi modal penting bagi STY dan anak asuhnya untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Persija dijadwalkan menjamu Persik Kediri pada 26 Oktober.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.