Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Olahraga

Erik ten Hag Bongkar Masalah MU, Penjualan McTominay Bikin Dirinya Malu dan Kecewa

Eks pelatih Manchester United Erik ten Hag mengungkap sejumlah persoalan yang membayangi masa kepemimpinannya di Old Trafford.

image 17
Mantan pelatih Manchester United Erik ten Hag. (Foto: Istimewa).

Mantan pelatih Manchester United Erik ten Hag mengungkap sejumlah persoalan yang membayangi masa kepemimpinannya di Old Trafford. Mulai dari keputusan manajemen menjual Scott McTominay, kegagalan merekrut Harry Kane hingga ketegangan dengan Cristiano Ronaldo.

Dalam wawancara dengan Sky Sports, Ten Hag menceritakan perbedaan pandangannya dengan petinggi klub terutama terkait kebijakan transfer pemain. Ia menilai sejumlah keputusan penting tak sejalan dengan kebutuhan tim yang ingin dibangunnya.

Pengakuan pelatih asal Belanda itu memperlihatkan bahwa persoalan Manchester United bukan semata-mata berkaitan dengan performa di lapangan. Keputusan perekrutan dan penjualan pemain serta pengelolaan hubungan dengan para bintang juga jadi bagian dari tantangan yang dihadapinya selama melatih klub tersebut.

Iklan

Scott McTominay Dijual

Salah satu keputusan yang paling mengecewakan Ten Hag adalah penjualan Scott McTominay ke Napoli. Gelandang asal Skotlandia itu dilepas Manchester United pada 2024. Meskipun Ten Hag mengaku sudah minta manajemen mempertahankannya.

Bagi Ten Hag, McTominay bukan sekadar pemain pelapis. Ia menilai sang gelandang memiliki mentalitas kuat, karakter yang sesuai dengan identitas klub, serta kemampuan mencetak gol yang dibutuhkan tim.

Ten Hag mengaku sudah mencapai kesepakatan dengan pihak klub untuk mempertahankan McTominay. Namun, keputusan yang diambil manajemen pada akhirnya berbeda dari keinginannya.

Scott membawa kemampuan mencetak gol dan mentalitas yang hebat. Dia memiliki jiwa United di dalam dirinya. Jadi ketika mereka membahas masalah itu, ‘Tidak’. Dan pada akhirnya mereka menjualnya. Tentu saja, saya sangat malu dan kecewa,”

kata Ten Hag dikutip dari Sky Sports, Jumat, 23 Oktober 2026.

Kekecewaan itu menggambarkan adanya perbedaan pandangan antara pelatih dan manajemen dalam menentukan komposisi skuad. Ten Hag merasa McTominay masih memiliki kontribusi penting, tetapi klub tetap melepasnya.

McTominay kemudian melanjutkan karier bersama Napoli. Kepergiannya jadi salah satu keputusan transfer yang kembali disorot setelah Ten Hag membeberkan keberatannya secara terbuka.

Harry Kane Masuk Daftar

Selain penjualan McTominay, Ten Hag juga mengungkap keinginannya mendatangkan penyerang Tottenham Hotspur saat itu, Harry Kane.

Kane jadi salah satu nama yang dipertimbangkan untuk memperkuat lini depan Manchester United pada 2023. Namun, transfer tersebut tidak terwujud dan sang penyerang akhirnya bergabung dengan Bayern Munchen.

Ten Hag mengaku telah memperjuangkan kemungkinan perekrutan Kane. Meski demikian, ia menyebut tidak mengetahui secara pasti bagaimana proses pengambilan keputusan di tingkat manajemen berlangsung.

Saya memperjuangkannya. Saya mendengar bahwa dia sangat positif. Tetapi, saya tidak pernah berbicara dengannya tentang masalah ini,”

tuturnya

Pernyataan itu kembali mengangkat pertanyaan mengenai sejauh mana pelatih dilibatkan dalam keputusan strategis klub, khususnya ketika menyangkut pemain yang dianggap mampu meningkatkan kualitas tim.

Kane sendiri dikenal sebagai penyerang produktif yang berpotensi memberikan tambahan daya gedor bagi Manchester United. Kegagalan merekrutnya menjadi bagian dari cerita Ten Hag mengenai transfer yang tidak berjalan sesuai harapannya.

Persoalan lain yang turut disinggung Ten Hag adalah hubungannya dengan Cristiano Ronaldo. Meski mengakui status Ronaldo sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola, Ten Hag menilai perilaku sang pemain ketika berada di Manchester United tidak sesuai dengan rencana yang telah disusun.

Ten Hag mengatakan dirinya tetap menghormati Ronaldo. Namun, ia merasa harus mengambil keputusan berdasarkan kepentingan tim ketika menghadapi persoalan disiplin dan komitmen pemain.

Menurut Ten Hag, ia bahkan telah terbang ke Portugal sebelum bergabung dengan Manchester United untuk membicarakan rencana yang ingin diterapkannya bersama Ronaldo.

Jelas, dia adalah salah satu yang terbaik dalam sejarah sepak bola. Saya sangat menghormatinya. Tetapi pada saat itu, sebagai seorang manajer, saya harus membuat keputusan yang rasional dan mempertahankan pemain yang saya kagumi,”

tutur Ten Hag.

Pernyataan itu memperlihatkan perbedaan antara penghormatan terhadap reputasi seorang pemain dan tuntutan profesionalisme di dalam tim. Bagi Ten Hag, keputusan seorang pelatih tidak selalu bisa didasarkan pada nama besar atau prestasi masa lalu.

Hubungan Ten Hag dan Ronaldo sebelumnya memang menjadi sorotan setelah sang penyerang meninggalkan Manchester United pada akhir 2022. Perselisihan keduanya berkembang menjadi salah satu isu paling menonjol selama periode awal kepelatihan Ten Hag di Old Trafford.

Pengakuan Ten Hag menambah panjang pembahasan mengenai pengelolaan Manchester United, terutama soal hubungan antara pelatih, pemain, dan jajaran petinggi klub.

Penjualan McTominay, gagalnya upaya mendatangkan Kane, serta persoalan dengan Ronaldo memperlihatkan tiga sisi berbeda dari tantangan yang dihadapi Ten Hag selama menangani Setan Merah.

Sorotan terhadap manajemen juga muncul dari pemain. Lisandro Martinez sebelumnya dikabarkan melontarkan kritik terhadap kebijakan klub setelah pertandingan melawan Atletico Madrid.

Namun, persoalan itu merupakan isu terpisah dari pengakuan Ten Hag mengenai pengalamannya selama melatih Manchester United.

Iklan