Mengutip dari Sky Sports, Senin, 26 Oktober, Fernandes tidak dimainkan setelah mengkritik strategi yang diterapkan pelatih Michael Carrick. Kritikan tersebut terjadi ketika United kalah 4-1 saat berhadapan dengan Como dalam kompetisi Liga Champions.
Meskipun demikian, sang pelatih membantah isu pencadangan Bruno Fernandes tersebut dengan alasan kebutuhan taktik.
Kita harus membuat keputusan yang menurut kita tepat untuk tim agar bisa mendapatkan performa yang kita inginkan,”
ujarnya dalam Sky Sports.
Kurang Memuaskan
Tanpa dukungan Fernandes di lini tengah, Manchester United tampil kurang memuaskan di hadapan para suporternya.
Terbukti United kebobolan dua gol pada babak pertama lewat sepakan Rayan pada menit ke-38 dan Marcus Tavernier pada menit ke-43.
Di babak kedua, meski United telah mengganti sejumlah pemain bertahan dengan memasukkan Lisandro Martinez, Bournemouth tetap mampu menambah gol ketiganya.
Gol ketiga diraih penyerang bernomor 9, Evanilson, pada menit ke-71 usai menerima umpan dari Lewis Cook. Gol penutup laga tersebut membuat Bournemouth naik ke peringkat 13 klasemen sementara Liga Inggris, sementara United semakin dekat dengan zona degradasi di posisi ke-16.
Satu-satunya hal baik dari awal musim ini adalah ini masih awal musim dan masih banyak poin yang bisa diperjuangkan. Kami masih bisa memiliki musim yang bagus, tetapi kami harus berkembang, melakukan lebih banyak hal sebagai individu dan tim. Kami harus berkembang,”
ujar Maguire setelah pertandingan melalui akun Instagram @manutd, 26 Oktober.
Carrick di Mata Suporter
Kekalahan beruntun di Liga Inggris dan sejumlah kekalahan lainnya di Liga Champions justru membuat para suporter tetap percaya pada pelatih tersebut.
Terbukti, meski kalah telak dari Bournemouth tadi malam, para suporter tetap memberikan tepuk tangan kepada sang pelatih sekaligus mantan pemain United tersebut.
Meski mendapat tepuk tangan dari suporter, nasib sang pelatih dalam melanjutkan kariernya di United masih menjadi misteri. Carrick tercatat telah melewati delapan pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi.