PT BYD Motor Indonesia memperkuat kehadirannya di pasar kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) melalui ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026.
Dalam pameran yang berlangsung pada 30 September hingga 4 Oktober 2026 di Muladi Dome, Universitas Diponegoro, Semarang, BYD menghadirkan berbagai produk, teknologi elektrifikasi, serta pengalaman berkendara bagi masyarakat Jawa Tengah.
Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang mencatat perkembangan adopsi kendaraan listrik. Hingga Agustus 2026, jumlah kendaraan listrik BYD yang beroperasi di provinsi tersebut telah melampaui 3.000 unit, atau setara sekitar 37 persen dari total populasi kendaraan listrik di wilayah itu.
Semarang turut berkontribusi terhadap perkembangan tersebut. Pada periode yang sama, kota ini menyumbang sekitar 30 persen dari total penjualan BYD di Jawa Tengah.
Perusahaan menilai pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi, baik untuk menunjang aktivitas sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.
16 Dealer di Jateng
Seiring perkembangan pasar, BYD Group juga memperluas jaringan penjualan dan layanan di Jawa Tengah. Saat ini, perusahaan memiliki tujuh dealer yang tersebar di sejumlah kota di provinsi tersebut. Jumlah itu ditargetkan meningkat menjadi 16 lokasi.
Perluasan jaringan tersebut ditujukan untuk mempermudah konsumen mengakses produk, layanan, serta berbagai fasilitas pendukung kepemilikan kendaraan energi baru.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan Jawa Tengah memiliki peran penting dalam perkembangan kendaraan energi baru di Indonesia, dengan Semarang menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pasar.
Jawa Tengah terus menunjukkan peran penting dalam perkembangan kendaraan energi baru di Indonesia, dan Semarang menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut,”
ujar Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, dikutip pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Ia mengatakan BYD berupaya menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen sekaligus memperkuat jaringan layanan agar pengalaman kepemilikan kendaraan semakin mudah.
Dia bilang dengan melihat antusiasme masyarakat yang terus meningkat, pihaknya tak hanya menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen.
Tetapi juga memperkuat jaringan dealer dan layanan untuk memastikan pengalaman kepemilikan yang semakin mudah dan nyaman. Melalui GIIAS Semarang 2026, kami ingin semakin mendekatkan inovasi kendaraan energi baru kepada masyarakat serta mendukung percepatan transformasi mobilitas di Jawa Tengah,”
lanjut Luther.
Penjualan Tembus 40.700 Unit
Perkembangan BYD juga tercermin dalam capaian penjualan secara nasional. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, perusahaan mencatat penjualan sebanyak 40.700 unit, setara dengan 37 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional.
Untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang beragam, BYD menawarkan pilihan kendaraan dengan teknologi electric vehicle (EV) dan Dual Mode (DM). Kedua teknologi tersebut memberikan alternatif bagi konsumen sesuai kebutuhan mobilitas masing-masing.
Dalam GIIAS Semarang 2026 yang mengusung tema “Green Future, Smart Emotion”, BYD menghadirkan area pameran yang memadukan produk kendaraan, teknologi, dan pengalaman interaktif bagi pengunjung.
Salah satu model yang ditampilkan adalah BYD M6. Pengunjung dapat melihat langsung kendaraan tersebut sekaligus mengenal teknologi DM yang melengkapi pilihan kendaraan energi baru BYD.
Sejak diperkenalkan pada 2024, BYD M6 telah digunakan oleh lebih dari 28.600 keluarga di Indonesia. Kendaraan tersebut dipasarkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mobilitas harian dan perjalanan keluarga hingga perjalanan antarkota.
Pilihan teknologi dalam keluarga BYD M6 bertambah setelah BYD M6 DM diperkenalkan pada Mei 2026. Model ini melengkapi BYD M6 yang sebelumnya menggunakan teknologi listrik sepenuhnya atau full electric.
BYD M6 EV mengandalkan tenaga listrik sebagai sumber penggerak, sedangkan BYD M6 DM mengusung konsep Electric-First yang memadukan penggerak motor listrik dengan dukungan mesin berbahan bakar ketika dibutuhkan.
Kombinasi tersebut dirancang untuk memberikan fleksibilitas penggunaan, baik dalam mobilitas perkotaan maupun perjalanan jarak jauh.
Dari sisi penjualan, BYD M6 DM disebut memimpin penjualan di segmennya selama tiga bulan berturut-turut. Model ini juga meraih penghargaan “The Most Inspiring PHEV of the Year 2026” pada Juli 2026.
Penghargaan tersebut melengkapi sejumlah pengakuan yang sebelumnya diraih BYD M6, termasuk Car of the Year 2024, Best Family EV 2025, dan First EV Recommendation 2025.
Luther mengatakan kehadiran M6 DM merupakan bagian dari upaya perusahaan menyesuaikan pilihan teknologi dengan kebutuhan konsumen yang terus berkembang.
Menurutnya, perjalanan M6 bersama lebih dari 28.600 keluarga di Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi terus berkembang.
Kehadiran M6 DM merupakan bagian dari bagaimana kami mendengarkan kebutuhan tersebut dan menghadirkan pilihan teknologi yang lebih fleksibel,”
ujar Luther.
Ia menambahkan, pilihan teknologi tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman berkendara listrik dengan fleksibilitas tambahan untuk perjalanan yang lebih jauh.
Kami ingin keluarga Indonesia dapat menikmati pengalaman berkendara seperti EV namun dengan fleksibilitas untuk perjalanan yang lebih jauh. Bagi kami, teknologi bukan hanya tentang inovasi, tetapi bagaimana hal tersebut dapat memberikan manfaat yang nyata dan relevan bagi masyarakat,”
lanjutnya.
BYD M6 EV Generasi Terbaru Diproduksi di Indonesia
Selain memperluas pilihan produk, BYD juga meningkatkan keterlibatannya dalam industri kendaraan energi baru di Indonesia. BYD M6 EV generasi terbaru yang dipasarkan di Tanah Air kini diproduksi sepenuhnya di dalam negeri.
Untuk varian Standar, BYD M6 EV dibekali baterai dengan jarak tempuh yang diklaim mencapai 450 kilometer. Mobil ini memiliki tenaga maksimum 150 kW, torsi 310 Nm, serta kemampuan akselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam dalam 7,9 detik.
Produksi lokal tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan energi baru sekaligus upaya memperkuat kemampuan manufaktur perusahaan di Indonesia.
BYD turut mengembangkan fasilitas manufaktur di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas kapasitas produksi sekaligus memperkuat rantai pasok industri kendaraan energi baru.
Menurut data yang disampaikan perusahaan, fasilitas manufaktur tersebut telah melibatkan lebih dari 200 mitra rantai pasok dan menyerap lebih dari 5.000 tenaga kerja lokal. Jumlah tenaga kerja itu ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 20.000 orang ketika fasilitas mencapai kapasitas produksi penuh.






