Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) tengah jadi sorotan di media sosial. Pemicunya, BEM FH UBK diduga terima uang usai audiensi dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Dari video yang viral di media sosial, Ketua BEM FH UBK, Abdi Maludin dicecar mahasiswa UBK perihal dugaan menerima uang.
Persoalan ini terkait audiensi mahasiswa yang melakukan aksi di Patung Kuda, Jakarta Pusat, lalu bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Senin sore, 15 Juni 2026.
Iklan
Ada belasan mahasiswa termasuk dari UBK yang diterima Gibran untuk audiensi. Imbas dari rumor itu, Abdi selaku pimpinan BEM FH UBK langsung diinterogasi agar memberikan klarifikasi.
Di video itu, baik pihak rektorat kampus dan massa mahasiswa UBK hadir. Abdi mengaku salah dan menyampaikan permintaan maaf.
Massa mahasiswa yang geram mencecar agar Abdi dan pengurus BEM UBK bisa bertanggungjawab memulihkan nama kampus UBK.
Saat diinterogasi, Abdi mengaku baru dapat 20 persen dari total uang yang akan ditransfer.
Menurut pengakuan Abdi, mereka dapat uang dengan nominal berkisar antara Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per individu.
Abdi menuturkan dirinya sudah bagi-bagi uang ke senior. Dia menyebut uang itu diberikan kepada Ketua BEM FEB UBK Puji dan Wakil Ketua BEM FH UBK Rafly.
Ketua BEM FH UBK, Abdi Maludin saat dicecar mahasiswa UBK lain.
Dalam video, ada pria yang diduga perwakilan rektorat memakai baju batik. Dia menuturkan bahwa Abdi mengaku baru menerima 20 persen.
Saat diinterogasi massa mahasiswa UBK, Abdi diminta memperlihatkan mutasi rekeningnya.
Kalian gak berhak untuk lihat mutase rekening saya,”
kata Abdi dikutip dari video, Selasa, 23 Juni 2026.
Kok gak berhak?”
tanya salah satu mahasiswa yang mencecar.
Pilihan Editor · Rahmat Tunny dan Hardani Triyoga ·